LANGITOREN
0%

Bagian 1-4


penerjemah: oyen
baca di langitoren.my.id

Berkat level keahlian <Menulis> yang meningkat, proses menyalin berjalan dengan sangat cepat, dan dokumennya pun selesai dengan mudah.  

​Ada rasa pencapaian tersendiri, tapi entah kenapa aku juga merasakan perasaan hampa yang sulit dijelaskan. Apa aku tambahkan saja catatan pribadiku sebagai observasi tambahan?  

​Setelah menambahkan berbagai hal yang mungkin tidak terlalu penting, hingga akhirnya tidak ada lagi yang bisa ditambahkan, mau tidak mau tiba saatnya untuk menyerahkannya.  

​Karena tidak ada pilihan lain, aku menghentikan usahaku mengulur waktu dan mulai mencari Carla atau Gil.  

​Aku melihat Carla sedang berada di konter resepsionis, jadi aku menunggu saat dia tidak sedang melayani orang lain untuk memanggilnya.  

​"Carla, dokumen misinya sudah selesai, aku ingin menyerahkannya."  

​"Eh, sudah selesai?!" Carla berseru terkejut.  

​"Ya, aku sudah memikirkan apa ada hal lain yang bisa kutambahkan, tapi karena tidak terpikirkan lagi, untuk saat ini aku ingin menyerahkan."  

​"Ah, jadi kau sengaja menundanya... Baik, biarkan aku menyimpannya. Kurasa Gil-san masih ada di sini, jadi aku akan memintanya untuk segera memeriksa."  

​"Tolong ya."  

​Carla bilang butuh sedikit waktu untuk memeriksa, dan bertanya apa yang akan kulakukan selama menunggu. Sepertinya dia ingin aku berada di tempat yang mudah dihubungi.  

​Saat aku bilang aku akan berada di ruang arsip dan memintanya memanggilku kalau sudah selesai, Carla menjawab, "Aku akan memanggilmu sebelum kondisimu memburuk."  

​...Kuharap dia melupakan kejadian itu...  

​Begitulah, dengan diiringi senyum canggung Carla dari belakang, aku kembali ke ruang arsip yang sudah lama tidak kukunjungi. Aroma kertas dan buku tua terasa sangat nikmat.  

​Ditambah dengan dua hari penuh aku mengurung diri di ruang arsip tanpa makan dan minum, serta salinan dokumen yang ada di dalam konter, aku sudah membaca sekitar sembilan puluh persen dari semua materi di ruang arsip yang tidak terlalu luas ini.  

​Yang belum kubaca hanyalah materi terkait mitologi dan fabel, serta semacam catatan atau buku harian seseorang.  

​Aku mengambil beberapa buku dari rak, membuka salah satunya secara acak, dan tak lama kemudian langsung tenggelam dalam bacaan.  

​Berdasarkan tindakan sebelumnya, skill <Pengetahuan Arkeologi> didapatkan. 

Gelar [Kutu Buku] didapatkan.

Karena ada slot kosong, gelar otomatis dipasang.

​Beberapa notifikasi muncul tepat saat aku selesai membaca buku harian tentang pencarian pasangan hidup milik seorang petualang, yang merupakan bacaan terakhirku yang belum terbaca di ruang arsip ini.  

<Pengetahuan Arkeologi>, sama seperti kemampuan pengetahuan lainnya, memberikan informasi lebih detail saat aku mencari tahu tentang peninggalan atau reruntuhan purbakala.  

​...Mendapatkan <Pengetahuan Arkeologi> tepat setelah selesai membaca buku harian petualang, apa maksudnya? Yah, sudahlah.  

​Lalu tentang 'Gelar' yang otomatis terpasang, dari namanya saja aku sudah bisa menebak. Aku tidak terlalu mengerti game, tapi di novel ringan sering ada karakter yang melakukan tindakan tidak biasa lalu mendapat gelar berguna yang meningkatkan status mereka.  

​Di Arsto, gelar sepertinya tidak memberikan peningkatan status, tapi bukan berarti tidak berguna. Di menu bantuan tertulis bahwa penduduk akan mengenali dan berinteraksi dengan kita berdasarkan gelar yang kita miliki.  

​Gelar [Kutu Buku] mewakili sifatku dengan sangat tepat, jadi aku sangat puas mendapatkannya.  

​"Touno-san, maaf membuatmu menunggu. Gil-san ingin bicara soal misi—tunggu, jangan bilang kau sudah membaca semua dokumen dan buku di sini...?"  

​Tepat setelah aku selesai memeriksa hal-hal yang baru kudapatkan, Carla memanggilku.  

Bagaimana dia bisa tahu? batinku heran sambil menjawab pertanyaannya.

"Ya, kalau tidak ada yang terlewat, mungkin sudah semua."  

​"Wah, kau benar-benar suka membaca ya..."  

​Sulit ditebak apakah dia kagum atau malah merasa ngeri. Pokoknya, mari masuk ke inti pembicaraan.  

​"Jadi, Gil ingin bicara apa?"

"Ah, benar juga. Apa kau ada waktu untuk menemuinya sekarang?"

"Ya, tidak masalah."  

​Aku mengangguk setelah memastikan belum saatnya aku harus log out.  

​"Baiklah. Aku akan mengantarmu."  

​Carla kemudian mengantarku ke depan sebuah pintu dengan desain yang sedikit lebih mewah dari yang lain, letaknya di ujung lantai yang sama dengan ruang arsip.  

​Carla mengetuk pintu, dan setelah terdengar sahutan "Silakan masuk" dari dalam, ia membuka pintunya.  

​"Aku membawa Touno-san."  

​Gil sedang duduk di meja besar di bagian dalam. Di depannya ada meja kayu setinggi lutut yang diapit oleh dua sofa untuk dua orang. Ini pasti ruang kerja untuk wakil master.  

​"Ah, kerja bagus. Hai, Touno-kun. Duduklah di mana saja."  

​Diarahkan oleh Gil, aku duduk di sofa sebelah kanan, lalu Gil duduk di sofa seberangnya.  

​Carla— loh? dia sudah tidak ada. Sepertinya tugasnya hanya sebatas mengantarku ke sini.  

​"Langsung saja, aku ingin berterima kasih karena kau sudah menerima misi nominasi dan merangkum informasinya dengan cepat. Terima kasih, ini sangat membantu."  

​"Ditambah lagi, dokumennya jauh melebihi ekspektasi! Tentu saja misinya berhasil."  

​"Aku merasa tidak melakukan hal yang terlalu hebat... tapi syukurlah kalau misinya berhasil."  

​"Fufu, kau rendah hati. Pertama, biar kuberikan imbalan. Ini emas. Aku menambahkan jumlahnya mengingat kualitas dokumen yang kau buat."  

​... 'Pertama'? Kata-kata Gil terasa sedikit mengganjal... tapi sudahlah.  

​Notifikasi keberhasilan misi nominasi muncul di sudut pandanganku, tapi akan kuperiksa nanti.  

​Kemudian, aku memeriksa kantong berisi emas yang diberikan padaku.  

​"...Isinya lima ribu keping emas, tahu."  

​Hadiah misi seharusnya hanya seribu emas. Walaupun dia bilang menambahkan bonus, lima kali lipat rasanya terlalu banyak.  

​"Dokumenmu memang sepadan dengan nilai itu. Terimalah."  

​Dia tetap tersenyum ramah, tapi aku merasakan tekanan misterius yang memaksaku untuk menerimanya. Yah, karena aku mendapat lebih banyak, tidak ada alasan untuk menolaknya.  

​"...Baiklah kalau begitu."  

​Melihatku menerimanya, Gil mengangguk puas lalu melanjutkan ucapannya.  

​"Sesuai hadiah yang dijanjikan, aku menaikkan peringkat guild-mu satu tingkat. Lalu, orang-orang kami ingin memberimu julukan. Julukannya tidak aneh, jadi kuharap kau mau menerimanya."  

​"Julukan?"  

​Aku memiringkan kepala karena tidak mengerti.  

​"『Shinbeki (Hutan Zamrud)』. Itu julukan Touno-kun."  

​Peringkat Guild Profesi naik menjadi E

Gelar [Shinbeki] didapatkan. 

Karena ada slot kosong, gelar otomatis dipasang.

​Dalam sistem game, julukan disebut Gelar.  

​"Karena tidak aneh sama sekali, rasanya jadi canggung..."  

​Carla dan staf lainnya sedikit merasa ngeri melihat kecanduanku pada buku, jadi kukira mereka akan menjulukiku 'Orang Gila Baca' atau semacamnya. Mengingat tadi aku mendapat gelar [Kutu Buku], mungkin itu yang lebih cocok.  

​"Asal-usulnya diambil dari warna matamu yang mirip dengan batu 'Jasper'. Mulai sekarang, kalau kau mau menyembunyikan nama aslimu, kau bisa menggunakan julukan itu."  

​"Kalau itu, agak..."  

​Rasanya itu akan menjadi sejarah kelam bagiku.  

​"Begitukah? Padahal banyak yang suka memakai julukan. Tentu saja, mau dipakai atau tidak, itu terserah Touno-kun."  

​Melihatku yang ragu-ragu, Gil memiringkan kepalanya keheranan. ...Yah, anggap saja ini perbedaan budaya.  

​"Nah, selanjutnya tentang 'Izin Peminjaman Terbatas Dokumen di Ruang Arsip'... tapi sepertinya kau sudah membaca semuanya."  

​"Ya, baru saja selesai."  

​Ada beberapa dokumen yang ingin kubaca ulang dengan saksama, jadi hadiah ini tetap membuatku senang.  

​"Hmm, kalau begitu nilai hadiahnya jadi kurang menarik. Sebagai gantinya, Guild punya gudang tua yang berisi buku-buku yang saking tuanya sampai tak ada yang bisa membacanya... Bagaimana kalau izin membaca buku itu kuberikan padamu?"  

​"Tentu saja! Tolong berikan itu!!"  

​Aku langsung menyetujuinya dengan antusias dan mencondongkan badanku ke depan.  

​Jelas aku ingin membacanya. Beruntung aku sudah membaca semua yang ada di ruang arsip.  

​Mata sipit Gil sedikit membulat melihat antusiasmeku.  

​"B-begitu ya... Mungkin kau sama sekali tidak akan bisa membacanya, dan aku juga tidak bisa memberikan izin untuk membawa buku itu keluar..."  

​"Aku tidak keberatan."  

​Aku benar-benar tidak keberatan. Ditambah lagi dengan adanya keahlian <Pengetahuan Bahasa>, mungkin saja aku bisa membacanya. Harapanku pun membuncah.  

​"Ahaha, kau kelihatan lebih senang daripada saat menerima emas... Kalau begitu, ini kunci gudangnya. Kalau kau sudah puas, kembalikan oke."  

​"Mengerti."  

​Aku menerima kunci yang sudah tua dan berkarat dari Gil yang tersenyum canggung, lalu ia memberitahuku lokasinya. Sebuah penanda juga ditambahkan di petaku. Sekarang jalan menuju gudang bisa dilalui.  

​Dengan ini aku bisa ke gudang kapan saja.  

​"Kurasa penyerahan hadiah kali ini sudah selesai."  

​Kata Gil seolah menandakan akhir pembicaraan, tapi suasananya belum terlihat seperti itu. Apa masih ada yang lain?  

​Ekspresinya berubah dari yang tadinya santai menjadi serius.  

​"Terakhir, aku ingin membahas tentang kemungkinan terjadinya hal yang mengancam kelangsungan hidup kota ini, seperti yang kau tulis di observasimu."  

​"Mengancam kelangsungan hidup... Itu cuma salah satu prediksiku saja..."  

​Aku memilih kata-kataku dengan hati-hati sambil mengingat isi observasi yang dimaksud Gil.  

​"Tidak, ini adalah masalah krusial yang menuntut kita bertindak begitu ada kemungkinannya. Syukurlah kita bisa mendeteksi kemungkinan anomali ini sejak awal. Setelah ini, kami akan segera bertindak bersama seluruh kota dan bekerja sama dengan kota-kota di sekitar."  

​"...Begitu."  

​Kalau kemungkinan ini diabaikan dan 'tidak ada tindakan apa pun sehingga kerusakannya parah', itu akan sangat mengerikan. Jadi lebih baik mengambil tindakan pencegahan semaksimal mungkin.  

​——Observasi yang dimaksud Gil sebagai 'ancaman bagi kelangsungan hidup kota' adalah salah satu kemungkinan yang bisa terjadi berdasarkan catatan masa lalu dan sebaran monster saat ini, yaitu 'serangan skala besar ke permukiman ras manusia akibat kemunculan monster secara masif'.  

​Karena laporan dari seorang Orang Asing ke Guild, penduduk telah menyadari adanya keadaan darurat yang mengancam kelangsungan hidup Kota Permulaan 'Yunu'. Dengan ini, [World Quest: Pertempuran Bertahan Kota Yunu] telah dimulai.

[World Quest] adalah misi yang melibatkan seluruh pemain. Mari berkontribusi untuk menyelesaikan misi ini sesuai dengan gaya bermain masing-masing. Anda juga bisa mengecek kontribusi Anda di halaman khusus World Quest.

Hadiah telah disiapkan sesuai dengan tingkat kontribusi.

​Peringkat Daya Tahan dan Keamanan Sekitar Kota telah dibuka. Silakan cek peringkat setiap kota dari Peta Dunia atau halaman khusus.

​"Eh!?"  

​Tiba-tiba terdengar pengumuman, hingga membuat tubuhku berjengit kaget. Dengan kepala yang masih bingung, aku berusaha mencerna situasi dan memilah kata kunci dari pengumuman yang terus diulang tadi.  

『World Quest』  

​Berbeda dengan misi biasa, sepertinya ini adalah misi yang mewajibkan seluruh pemain untuk berpartisipasi.  

​Dilihat dari waktu dan isinya, ini seratus persen terjadi karena laporanku. Terlebih lagi ada kata 'Pertempuran Bertahan Yunu'... Apa serangan monster skala besar itu sudah pasti terjadi?  

​Yah, kalau memang akan terjadi, mau bagaimana lagi. Mari ubah pola pikir menjadi positif seperti kata Gil, untung saja kami bisa menyadari masalah ini lebih awal.  

​"Hm? Ada apa kok tiba-tiba terdiam?"  

​Panggilan Gil membuyarkan lamunanku.  

​"Maaf. Baru saja aku mendengar semacam suara dari langit yang menyuruhku berkontribusi dalam pertahanan kota, makanya aku sedikit teralihkan. Apa Gil tidak mendengarnya?"  

​"Oh... Tidak, aku tidak mendengar apa-apa. Hmm... Apa itu semacam wahyu ilahi yang hanya bisa didengar oleh Orang Asing?"  

​Artinya, jenis pengumuman ini hanya ditujukan untuk para pemain. Sepertinya Gil juga sampai pada kesimpulan yang sama denganku.  

​"Entah itu wahyu ilahi atau bukan... tapi mungkin seluruh Orang Asing mendengarkan hal yang sama."  

​"Begitu... Untuk sementara kita kesampingkan dulu apakah itu wahyu atau bukan. Apakah bisa diasumsikan bahwa para Orang Asing yang mendengarnya akan bersedia membantu mempertahankan kota ini secara sukarela?"  

​Mengesampingkan fenomena gaib yang tidak akan ada habisnya walau dipikirkan, dia langsung menanyakan dampak terhadap pertahanan. Ini mungkin karena jabatannya sebagai Wakil Master, pemikirannya sangat realistis.  

​Aku memegang dagu dan mencoba menebak pola pikir pemain game pada umumnya.  

​"Tidak bisa kubilang semuanya, tapi kurasa mayoritas akan setuju. Terutama mereka yang sudah aktif bermain kemungkinan besar akan sangat antusias."  

​Sejujurnya, ini adalah acara berskala besar pertama sejak game diluncurkan. Bagi pemain yang antusias, ini dianggap sebagai 'festival' yang sudah ditunggu-tunggu.  

​Meskipun ada perbedaan pandangan yang tajam karena bagi penduduk di sini ini adalah masalah hidup dan mati, kita tidak bisa berbuat banyak.  

​Gil mengangguk puas mendengar jawabanku.  

​"Itu sangat membantu. Maaf kalau aku bicara begini, tapi Orang Asing akan segera hidup kembali kalau mati kan? Akan sangat membantu jika mereka bisa menjadi kekuatan utama di garis depan saat serangan itu terjadi."  

​"Justru itu, Orang Asing bertipe petarung pasti rela membayar demi bisa berada di garis depan."  

​Saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencari uang di festival. Kalau mereka dilarang ke garis depan, malah bisa terjadi kerusuhan, tambahku. Mendengar tentang perilaku aneh para Orang Asing itu, bahkan sang Wakil Master pun tersenyum canggung.  

​"Begitu ya. Sebagai referensi, boleh aku tahu hadiah seperti apa yang bisa memotivasi para Orang Asing?"  

​"Entahlah... Saat ini mereka mungkin sangat menginginkan kesempatan berkembang atau peralatan yang lebih bagus, serta uang atau barang untuk melengkapinya. Meski itu sedikit mengabaikan keselamatan mereka."  

​Seorang gamer mungkin bisa memberikan masukan yang lebih akurat, tapi pengetahuanku hanya sampai di situ. Namun di saat game baru saja dimulai, sepertinya inilah yang paling dicari mayoritas pemain.  

​Mungkin karena sedang menyusun informasi yang kudapat, Gil menunduk sambil berpikir. Beberapa saat kemudian, ia mengangkat wajahnya dan tersenyum.  

​"Aku akan meninjau kembali hadiah misi untuk Orang Asing berdasarkan pendapat Touno-kun. Astaga, aku terus-terusan berutang budi padamu."

"Itu tidak benar."

"Hari sudah mulai pagi, Touno-kun pasti lelah. Mari sudahi pembicaraan sampai di sini."  

​Mendengar perkataannya, aku memeriksa waktu dan menyadari ini sudah saatnya untuk log out.  

​"Benar juga, aku harus tidur. ...Apa setelah ini Gil akan sangat sibuk?"  

​"Hahaha, begitulah... Tapi karena ini darurat, aku akan dapat bantuan tenaga dan perbekalan."  

​Meskipun Gil selalu tampak kelelahan, sepertinya dia juga akan meminta bantuan. Tapi, bukankah mengurus dan mengatur penempatan bala bantuan juga menjadi tugas yang membebani dirinya...  

​"Begitu. Baiklah, aku akan membantu menyusun dokumen atau hal lain yang bisa kulakukan."  

​Melihat keadaan Gil, aku tanpa sadar menawarkan bantuan.  

​"Terima kasih sudah peduli. Tapi nanti aku akan meminta Touno-kun melakukan hal lain."

"...Hmm? Benarkah?"  

​Hal lain... apa itu? Apa aku disuruh membuat dan merangkum dokumen lagi?  

​"Aku akan menghubungimu lagi jika saatnya tiba."

"...Aku mengerti."  

​Sebelum pergi, dia menyuruhku mampir ke meja depan untuk memperbarui peringkat di kartu guild-ku, dan dia berjanji akan menghubungiku lagi kira-kira saat aku bangun tidur nanti. Setelah itu aku keluar dari ruangannya.  

​Tapi sebelumnya, aku akan pergi ke ruang arsip untuk mengecek beberapa hal.

Pertama, aku ingin melihat hasil misi nominasi yang baru saja kuselesaikan.  

【Misi Nominasi Guild Profesi】《Misi Selesai!》

Kumpulkan informasi di Guild, buat laporan dan serahkan ke Guild.

Klien: Guild Profesi Kota Permulaan 'Yunu'

Berkat laporan mendetail dan observasimu, penduduk dapat menyadari krisis yang mengancam kota sejak tahap awal.

Peringkat: S++

Hadiah: 5000G, Peningkatan Peringkat Guild Profesi, Daya Tahan Yunu Meningkat (Kecil), Keamanan Sekitar Yunu Meningkat (Kecil), Akses Masuk Gudang Lama, Gelar Unik.  

​Isinya seperti ringkasan dari hadiah yang disesuaikan oleh Gil tadi.  

​Evaluasinya berada di tingkat tertinggi 'S' dengan dua tanda '+', yang sepertinya didapat karena aku melampaui standar penyelesaian. Berkat itu hadiahnya ditambah.  

​Dan gelar [Shinbeki] yang kuterima tadi adalah gelar 'Unik', yang berarti tidak ada pemain lain yang memilikinya.

Sementara gelar [Kutu Buku] bukanlah hal yang unik, jadi pemain lain pun bisa mendapatkannya.  

​Desain yang bagus. Sebagai manusia, semua orang ingin memiliki sesuatu yang eksklusif untuk dirinya sendiri. Demi mendapatkan gelar unik tersebut, pemain akan terdorong untuk tenggelam lebih dalam ke dunia ini.  

​Karena aku sudah selesai memeriksa semua pencapaian, sekarang aku akan menemui Carla untuk meningkatkan peringkat guild-ku, lalu log out.  

​...Setelah berpikir begitu, aku turun ke lantai satu Guild, tapi konter pendaftarannya dibanjiri orang.  

​Mungkinkah ini terkait pengumuman World Quest tadi?

Nah, apa yang harus kulakukan? Semua orang kelihatannya sibuk, mungkin aku datang lagi besok.  

​"Ah, Touno-san! Kerja bagus! Bolehkah aku meminta kartu guild-mu sebentar? Aku akan langsung memperbaruinya!"  

​Carla yang memanggilku, dan dia dengan cepat menyelesaikan pembaruan peringkat pada kartuku.  

​"Sip, pembaruan selesai. Ini kukembalikan kartunya. Kau mau lewat pintu belakang?"

"Tidak usah, karena semuanya sibuk, hari ini aku keluar lewat depan saja."

"Baiklah. Di luar jalanan juga sangat padat, jadi berhati-hatilah."

"Ya, sampai nanti."  

Sambil ​berhati-hati agar tidak menabrak kerumunan orang di lobi, secara perlahan aku akhirnya keluar dari bangunan guild. Seperti yang dikatakan Carla, jalan utama juga dipadati oleh orang-orang yang tampaknya adalah pemain.  

​Sepertinya lebih padat dibanding saat awal-awal game dimulai.  

​Sambil melirik keramaian yang menurutku tidak cocok dengan suasana kota pedesaan Eropa ini, aku berbelok ke gang di sebelah Guild——Tiba-tiba ada yang menarik bahuku.  

​"Ugh!?"  

​"Hei, kau lagi ngapain? Tempat itu kan tidak bisa dimasuki—eh? Tadi kau bisa masuk? Kok bisa?! Gila, kayaknya aku baru aja nemu informasi rahasia nih! Hoki banget aku!"  

​Aku menoleh ke arah orang yang menarikku. Seorang pemuda yang menawan layaknya idola, dengan telinga yang panjang meruncing. Dilihat dari cara bicaranya, dia pasti pemain, dan dari avatarnya dia adalah ras Elf. Dia langsung mencerocos ke arahku.  

​Agak aneh, kata-kata dan pandangannya tidak terfokus padaku.  

​Entah dia menyadari tatapan curigaku atau tidak, tapi pemain ras Elf itu kini "pertama kali" memandang ke arahku.  

​"Hei, sekarang aku sedang live, lho. Kau tidak tau aku? Aku lumayan terkenal di kalangan Arsto Liver, tau! Ngomong-ngomong, kau pernah masuk ke bagian dalam guild juga, kan!? Gimana caranya? Kasih tau, dong!"  

​Sambil berkata demikian, dia memajukan wajahnya ke arahku. Ekspresi kaget dengan mata dan mulut yang terbuka lebar cukup membuatku terkejut.  

​Jadi 'Arsto Liver' ya. Sepertinya itu panggilan untuk orang-orang yang menyiarkan game ini secara langsung. Pantas saja tadi dia seperti menatap ke arah yang salah, ternyata sedang siaran.  

​Ketika aku perhatikan, ternyata ada ikon kecil bertanda 'Sedang Siaran' di sebelah kepalanya.  

​"Bisakah kau lepaskan tanganmu dulu..."  

​Terlepas dari hal lain, sejak dia menahanku, tangannya masih memegang bahuku dengan erat.  

​"Kau juga sering berbicara dengan gadis dari guild itu? Wah, kalau kau mendekati gadis itu..."  

​"...itu bakalan luar biasa!!"  

​Gawat, sepertinya pemain yang menyiarkan ini tak mau mendengarkan orang lain bicara.

Aku putuskan untuk mengabaikannya agar dia selesai bicara dan puas sendiri, membiarkan perkataannya masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri.  

​Aku menunggu sampai dia berhenti bicara sambil berharap ini akan berakhir sebelum waktu keluarku secara paksa, dan aku berharap dia melepaskan cengkeraman di bahuku yang agak sakit. Namun...  

​"Oh ya, untuk sekarang ayo kita berteman--" BRUK!  

​"Eh?"  

​Tiba-tiba terdengar teriakan konyol dan pemain itu langsung lenyap dari hadapanku.  

​"Apa? ...Uwah!"  

​Tepat ketika aku masih belum paham dengan kejadian yang tiba-tiba ini, sekelibat bayangan besar menutupi pandanganku dan tanpa kusadari tubuhku melayang dari tanah.  

​"A-Apa!?"  

​Seketika aku dibawa terbang dan melihat jalan utama menjauh begitu cepat.  

​Aku menyadari bahwa seseorang sedang memelukku dan membawaku menyelinap masuk jauh ke dalam sebuah lorong. Pikiranku sangat kacau karena kejadian yang terlalu mendadak.  

​Namun, aroma karat besi yang menyesakkan napas dan pedang raksasa di pelupuk mataku telah memberi tahuku secara insting siapa identitas yang membawaku.  

​Begitu memasuki belokan pertama di lorong, aku langsung dihempaskan ke tembok berbatu dengan sangat kasar.  

​"Akh... ugh."  

​Punggungku membentur keras, mendesak semua udara dari paru-paruku keluar secara paksa sehingga aku tidak bisa bernapas sejenak.  

​Seraya mencoba menarik sisa oksigen dalam kepayahan, aku mendongak ke arah orang yang merapatkan tubuhku ke dinding hanya dengan sebelah lengannya. Sosok yang memakai pelindung dari bahan kulit yang diperkuat dengan besi, helm besi yang menutupi seluruh wajah, dan pedang raksasa di punggungnya.

​"Kau bodoh?"  

​Mendengar suaranya yang berat dan tak senang, kecurigaanku pun terjawab.

Pria berbaju zirah di depanku adalah orang yang kulihat saat berada di penginapan.  

​"Coba sadari sedikit bagaimana posisimu dilihat oleh orang lain."

"Hm? ...Tentang apa ...ugh!"  

​Lantaran tidak paham maksudnya, aku coba memprotes di sela napasku yang terengah. Namun tekanan ke dinding semakin bertambah kuat. Dan kemudian, rasa menyengat seperti aliran listrik menyapu seluruh tubuhku, membuatku semakin sulit bernapas.  

Mengabaikan penderitaanku, dia mencondongkan helm besinya yang dingin tepat di wajahku.  

​"Kalau kau tidak ingin berakhir seperti ini."  

​Ucapannya merambat dari tanah dengan suara yang sangat rendah. Gelap, aku tak bisa melihat apa pun di balik helmnya. ...Entah itu hanya perasaanku saja atau bukan, tapi sebelum dia melepasku, aku sempat merasakan sesuatu mengusap pelan pipiku.  

​"Haah... uhuk, uhuk."  

​Karena aku terlalu banyak menghirup udara dari tekanan yang berkepanjangan, aku jadi tersedak.  

​Memastikan aku sudah lepas darinya, pria itu pun berbalik meninggalkanku layaknya tidak ada masalah lagi.  

​"Uhuk... terima kasih atas peringatannya. Aku akan waspada."  

​Meski agak—tidak, ini sangat kasar, peringatannya memang benar adanya, jadi aku berterima kasih khusus untuk bagian itu. Yah, aku tak mengharapkan jawaban darinya.  

​Benar saja, pria itu pergi begitu saja tanpa bereaksi.

...Agak canggung mengingat arah tujuan kami sama.  

​【World Quest】 Thread Ngobrol Santai【Selamat Datang!】

Orang Asing198: Tolong dilanjut bahasannya.

Orang Asing199: Kayaknya threadnya meledak cuma gara-gara teriakan World Quest doang deh.

Orang Asing214: Gak ada.

Orang Asing215: Ada ikon Liver, lumayan lah. Eh, tapi orang ini...

Orang Asing216: Pemain mob itu kayanya cuma mau dengerin sambil nunggu dia selesai ngomong.

Orang Asing200: Lagian, ini kan event pertama sejak gamenya dirilis.

Orang Asing201: Ngomong-ngomong, ada 'seseorang yang memicu World Quest' sesudah pengumuman itu.

Orang Asing217: Terbang jauh banget wkwkwk.

Orang Asing207: Ngaku-ngaku habis pengumuman gitu malah kelihatan mencurigakan. Ini bukan game yang milih-milih orang.

Orang Asing218: Kelihatannya dia cuma dilempar pelan aja, kan?

Orang Asing201: Dia yang terus-terusan ada di dalam guild kan? Apa jangan-jangan pemain yang scan tubuh asli itu yang memicunya?

Orang Asing204: Masa di dalam game juga ada kerjaan kayak gitu, sih?

Orang Asing219: Badannya kekar banget! Pedang besarnya juga keren!

Orang Asing220: Eh, bukannya pemain mob itu diculik sama NPC?

Orang Asing221: Aduh, sakit... Pasti ada sesuatu yang terjadi...

Orang Asing222: Tolong berhenti ketawa wkwkwk

Orang Asing223: Terus Liver yang kegencet tadi gimana nasibnya?

Orang Asing207: Sengaja buang muka ohhhhh!

Orang Asing208: Kalo nggak gitu dia nggak bakal diakui eksistensinya. Mantap.

Orang Asing209: Developer kocak. Terlepas dari itu, kalau dia dipercaya buat kerja di Guild, dia pasti pemain kuat atau punya relasi khusus di Guild. Soalnya aku nggak pernah liat dia di mana-mana, berarti dia emang di dalem Guild terus. 

Orang Asing211: melirik nggak jelas gitu.

Orang Asing224: Yaiyalah, dia lagi kegirangan tuh.

Orang Asing225: Oh, gitu.

Orang Asing226: Nggak kelihatan kayak gitu.

Orang Asing212: Ah, ada orang yang lewat tuh.  


Bab 2: Pengguna Pedang Besar  ​

Setelah kejadian itu, aku memesan makanan ringan di penginapan lalu log out seperti biasa.  

​...Pria berzirah? Dia ada di kursinya yang biasa. Canggung sekali. Yah, tapi itu kan sudah berlalu.  

​Keesokan harinya di dunia nyata, sebelum login, aku membuka aplikasi resmi Arsto.  

​Meskipun kita tidak sedang bermain, aplikasi ini memungkinkan kita untuk mengecek status dan progres misi saat ini.  

​Khusus untuk akses di ruang virtual, kita juga bisa membaca dan menulis di forum papan buletin game. Mungkin karena di ruang virtual, aplikasinya bisa diselaraskan dengan waktu game yang dipercepat.  

​Jadi, hari ini aku perdana mengecek papan buletin. Karena aku sudah bilang akan mendengarkan nasihat dari pria itu, aku memutuskan untuk mencari sedikit informasi.  

​Sebagai permulaan, apa aku harus mengecek 'Thread Panduan', 'Thread Kota Permulaan', dan 'Thread Ngobrol Santai'?  

​Gil pasti sudah menungguku, jadi aku akan mengeceknya dengan cepat.  

​"...Begitu rupanya."  

​Kini aku paham.

Penyebab utamanya sepertinya karena aku memasuki area yang tidak bisa diakses oleh pemain lain.  

​Kurasa siapa pun bisa masuk kalau diantar oleh penduduk, tapi apa pantas aku menyebarkannya di thread panduan?  

​...Tapi kalau begitu, aku khawatir itu akan membebani Carla. Seperti halnya pemain yang streaming kemarin, di papan buletin juga banyak pemain yang menyoroti staf guild yang kemungkinan besar adalah Carla.  

​Apapun itu, tujuanku selanjutnya adalah pergi ke guild, jadi aku akan mendiskusikannya dulu dengan Gil.  

​Setelah keputusanku bulat, aku langsung login ke dalam game.  

​Saat aku pergi ke ruang makan, hari sudah sore dan Rosa sedang bersih-bersih sendirian.  

​"Selamat sore."

"Hai, kau sudah datang! Oh ya, aku dengar dari putriku, berkat Touno krisis di kota ini bisa diketahui lebih cepat. Hebat sekali!"  

​Rosa tersenyum lebar dan mengangguk-angguk memujiku. Entah kenapa rasanya canggung sekali.  

​"E-eh... ancamannya belum benar-benar berlalu, jadi..."

"Hal semacam itu biar para pria kekar di sini yang urus! Mereka hidup untuk bertarung!"  

​Sepertinya rumor tentang serangan monster skala besar sudah menyebar ke telinga penduduk kota. Karena semua Orang Asing sudah tahu, menyembunyikannya justru bisa menimbulkan kepanikan.  

​"Ah, benar juga. Aku ada titipan dari putriku. ...Astaga, anak itu mengira orang tuanya ini papan pesan ya."

Berkata demikian, Rosa berkacak pinggang sambil menghela napas lelah.  

​Karena bingung harus merespons apa, aku mengangguk canggung dan menerima barang titipan dari Rosa.  

​Pesan di memo itu berbunyi: "Aku ingin memberikan misi nominasi lagi, jadi aku ingin bertemu dan bicara langsung. Tolong tuliskan waktu luangmu di kertas surat ini."  

​Kabarnya jika aku menulis di kertas surat ini, pesannya akan langsung tersampaikan ke Guild. Bagaimana cara kerjanya?  

​"...Hmm."

Tiba-tiba terpikirkan olehku untuk menggunakan <Analisis> pada kertas surat itu.  

​[Surat Domba Kembar (Kanan)]

Kertas surat magis yang terbuat dari kulit domba kembar. Huruf yang ditulis di surat ini akan muncul di kertas pasangannya. Begitu juga sebaliknya, tulisan dari kertas pasangan akan muncul di kertas ini.

Batas Penggunaan: 1/1 | Kualitas: C | Kategori: Alat Sihir | Material: Kulit Domba Kembar | Skill Pembuatan: <Alkimia>  

​Informasi semacam ini muncul melayang di depan mataku. Sangat mendetail.  

​Ngomong-ngomong, kenapa format informasinya berbeda dengan saat aku menganalisis tumpukan kertas dokumen waktu itu?  

​Setelah mengujinya beberapa kali, aku menyadari bahwa bentuk hasil akhir dari <Analisis> berubah tergantung pada fokus objek yang dilihat saat menggunakan skill.  

​Waktu meneliti tumpukan kertas, fokusku tertuju pada 'teks', sehingga material seperti kertas dan tinta diabaikan dari datanya.  

​Lalu, saat aku memusatkan perhatian pada nama 'Domba Kembar' di dalam informasi tersebut, skill <Pengetahuan Monster> ikut bereaksi karena itu adalah monster, dan informasi tentang ekologi serta habitatnya muncul di kepalaku.  

​Ditambah lagi, hasil <Analisis> ini bisa kusalin ke buku catatanku menggunakan <Rekam>.  

​Sepertinya keahlian ini jauh lebih praktis dari yang kubayangkan...  

​Pokoknya, uji coba skill sampai di sini dulu. Aku harus memberitahu jam kunjunganku ke Guild.  

​Karena waktu di memo menunjukkan sekitar sebelum tengah malam hari ini, aku menuliskan waktu tersebut di kertas surat. Tak lama kemudian, teks balasan yang mengonfirmasi persetujuan muncul di ruang kosong pada kertas. Dengan ini, sepertinya tidak akan ada masalah jika aku pergi ke Guild pada waktu yang dijanjikan.  

​Masih ada beberapa jam waktu kosong sebelum janji temu, apa yang harus kulakukan?  

​Ah, benar juga, aku sudah mendapat kunci gudang tua dari Gil. Bagaimana kalau aku mengurung diri di sana sampai waktunya tiba? Ya, itu ide yang bagus.  

​...Aku harus mengatur alarm sekarang agar tidak lupa waktu apabila terlalu asyik membaca.  

​Karena sudah diputuskan, aku bergegas menuju gudang tua itu.  

​Lokasinya ada di sepanjang dinding luar kota dari arah penginapan. Begitu tiba di area yang ditunjukkan peta, aku melihat sebuah bangunan kecil yang sangat tua.  

B-banyak sekali debunya. Kesan pertamanya sangat terlihat seperti gudang barang rongsokan.  

​Bagian dalamnya pasti sudah lama tertutup rapat.  

​Buku yang kucari sepertinya berada di salah satu sudut rak kecil di sana.  

​[Misi Warisan: Mempelajari Bahasa yang Hilang] telah muncul. Ingin menerimanya?

​...Ada pesan yang muncul.  

​Tepat saat aku melangkahkan kaki ke dalam gudang tua, notifikasi misi muncul. Aku akan menahan diri untuk tidak langsung menerimanya dan mengecek isinya terlebih dahulu.  

【Misi Warisan】 Pelajari bahasa yang hilang

Klien: ???

Batas Waktu: ??? 

Hadiah: ???  

​Terlalu sederhana sampai terasa tidak masuk akal.  

​Bagus aku sudah mengeceknya, tapi tidak ada informasi lebih lanjut selain yang ada di notifikasi. Apalagi ini misi tanpa klien. Mungkin seperti itulah format World Quest, tapi... hmmm...  

​Merasa tidak puas, aku menatap kolom kosong untuk klien dan batas waktu, dan samar-samar aku merasakan skill <Analisis> mencoba aktif tapi ditolak.  

​...Begitu rupanya?  

​Menarik juga kalau dipertimbangkan kemungkinan bahwa kolom klien dan batas waktu itu bukan tidak ada, melainkan sengaja disembunyikan agar tidak terlihat.  

​Baiklah, aku akan <Terima> misi ini untuk sementara.  

​Gil bilang "ada buku yang terlalu tua sampai tidak ada yang bisa membacanya", dan buku itu mungkin ditulis dengan 'Bahasa yang hilang'. Mengetahui hal ini dijadikan misi berarti ada kemungkinan kuat bahasa itu bisa dipelajari, dan ini semakin membuatku termotivasi.  

​Selain itu, aku bisa menganggap belajar bahasa dan hadiah sebagai dua hal yang terpisah. Bukan cuma bisa membaca lebih banyak teks, tapi aku juga akan beruntung kalau bisa dapat hadiah tambahan, pikirku.  

​Mengambil kesimpulan tersebut, aku mengulurkan tangan ke rak buku.  

​"Hmm, ternyata memang tidak bisa dibaca dengan mudah."  

​Setelah berkutat dengan beberapa buku cukup lama, aku mencoba mencari buku yang punya banyak gambar untuk menemukan petunjuk penerjemahan, tapi usahaku belum membuahkan hasil.  

​Kalau dalam kondisi tidak memahami bahasanya sama sekali, sepertinya keahlian itu tidak akan bisa aktif.  

Got an error? Report now
Comments

Comments

Memuat komentar...

Konten Terkunci

Login untuk akses konten

Konten yang kamu pilih:

-

Silakan daftar/masuk ke akun kamu terlebih dahulu untuk akses

Konten Terkunci

Konten ini khusus untuk supporter aktif

Konten yang kamu pilih:

-

⚠ Akun kamu belum tergabung dalam Gembokers

Support untuk akses semua chapter gembok tanpa batas.

Kamu sudah login! Support sekarang melalui halaman profil untuk membuka konten ini.

Support Sekarang

Volume

🔒 Khusus Gembokers. Klik untuk download.

🎵 Baca sambil
dengerin playlist disini!
langitoren playlist
🎵
Pilih playlist untuk mulai
0:00 0:00
URL tidak dapat diputar. Cek link di konfigurasi.
Memuat...
Pilih playlist dulu

Support Langitoren

Dukung kami untuk akses tanpa batas dan nikmati komik favoritmu kapan saja!

Tips: Saat tab baru terbuka, silahkan tekan Back atau tutup tab untuk kembali ke halaman sebelumnya.