LANGITOREN
0%

【Prolog 〈Toma〉】Kisah Ruang Tertutup di Masa Lalu


penerjemah: oyen
baca di langitoren.my.id


​"Pecahkan ini, Detektif Hebat. Ini adalah ruang tertutup terakhir O."

​Pembunuh berantai ruang tertutup O mengucapkan kalimat terakhir itu, lalu tersenyum pada Kiryu Toma dari balik layar.

​Toma dan empat orang lainnya menatap penjahat di layar 60 inci depan mereka. Tidak ada yang bergerak maupun bersuara. 

Saat Toma hendak membalas, detik berikutnya, layar besar yang menampilkan O menjadi gelap. Di saat yang sama, lampu ruang pengawas mati tiba-tiba, menyisakan cahaya oranye dari lampu darurat. Bel tanda malfungsi sistem bergema di dalam laboratorium.

​"Apa yang terjadi!" teriak seorang peneliti jangkung.

​Seorang peneliti wanita lainnya dengan panik mengetik di kibor. Namun, layar tidak kunjung menyala. 

​"Saya tidak tahu! Listriknya tiba-tiba mati!"

​"Barak!" teriak pegawai pria bertubuh pendek ke arah mikrofon di langit-langit. "Bagaimana ini bisa terjadi!"

​"Terjadi galat yang tidak terduga." Suara mekanis merespons dengan nada tenang yang sangat tidak sesuai dengan situasi. Segera disusul oleh bentakan peneliti.

​"Barak, atur ulang sistemnya!"

​"Operasi tersebut saat ini dibatasi. Pengaturan ulang darurat memerlukan administrator, atau seluruh pemegang otoritas tingkat bawah..."

​"Direktur!"

​Tatapan ketiga orang di sana tertuju pada wanita yang berdiri di sebelah Toma. Wanita yang dipanggil direktur itu mengangguk, segera menekan kibor terdekat, lalu meletakkan tangannya di panel sebelahnya. Menyusul bunyi elektronik, dia berteriak.

​"Barak, pengaturan ulang darurat!"

​"Disetujui."

​Begitu suara mekanis itu merespons, bunyi bel yang memekakkan telinga terputus, dan ruangan menjadi gelap. Tapil, tak sampai sedetik, lampu kembali menyala. Terdengar suara mesin komputer bekerja, lalu layar di depan mereka kembali hidup.

​Namun, semua orang membisu melihat tayangan di layar itu.

​Di balik layar, terlihat kobaran api merah menyala. Api melahap sosok yang duduk di dalam ruangan. Tepatnya, sosok manusia yang sebelumnya bernyawa.

​Jeritan peneliti wanita memecah keheningan.

​"Kyaaa!"

​Tubuh itu tidak memiliki kepala.

​Di layar itu, tubuh tanpa kepala sedang duduk di kursi dan dilahap api. Di lantai, terlihat kepalanya menggelinding layaknya bola api.

​Begitu memastikannya, Toma bertanya dengan dingin.

​"Nakatsuki-san, apakah ini siaran langsung?"

​Peneliti bertubuh pendek itu menjawab. "Ya, sejak tadi!"

​"Chiyo!" Toma menoleh ke wanita di sebelahnya. Chiyo langsung bertindak.

​"Barak, aktifkan penyiram air di Kamar A!"

​"Disetujui."

​Kecerdasan buatan itu merespons perintahnya dengan tenang. Hujan buatan langsung turun di ruangan dalam layar tersebut. Setelah memastikannya, Toma berteriak.

​"Buka pintunya!"

​"Barak, buka kunci Kamar A!"

​"Disetujui. Membuka kunci Kamar A."

​Pintu otomatis di samping layar berdenting keras dan terbuka menggeser. Di baliknya terdapat lorong sepanjang sekitar lima meter, dan di ujung kiri dindingnya ada pintu otomatis lain.

​Bau busuk yang menguar membuat mereka meringis. Itu adalah bau yang tidak akan pernah tercium dalam kehidupan normal.

​"Chiyo dan Uehara-san, tetap di sini. Masaoka-san, Nakatsuki-san, bisakah kalian ikut denganku?"

​Mengikuti perkataan Toma, para pegawai di sana mengangguk serempak. Mereka bertiga berjalan menyusuri lorong dengan hati-hati. Di depan pintu yang terbuka, Toma memberi isyarat tangan agar mereka berhenti. Suara air penyiram memercik terdengar di sepanjang lorong.

​Toma mengintip dari pintu yang terbuka dan memeriksa bagian dalam sel. Pemandangan di dalamnya persis seperti yang terlihat di layar tadi.

​Ruangan kecil itu berukuran sekitar lima meter persegi. Fasilitasnya hanya tempat tidur, toilet, dan meja yang menempel di dinding. Pada dinding di depan meja, terdapat layar kecil yang menampilkan rekaman ruang pengawas tempat mereka berada sebelumnya. Di layar, dua pegawai wanita tampak menatap cemas ke arah mereka.

​Tepat di depan layar itu terdapat tubuh tanpa kepala yang hangus. Mayat tersebut duduk di kursi, memunggungi Toma dan yang lainnya. Kepala yang jatuh di lantai menatap langit-langit dengan rongga mata yang kosong dan terbakar.

​"Nakatsuki-san, bisakah mematikan penyiramnya?" ucap Toma tanpa mengalihkan pandangannya dari dalam ruangan.

​"E-eh, ya! Barak, matikan penyiram di Kamar A!"

​Suara elektronik kembali terdengar, dan hujan di dalam ruangan pun berhenti. Saat Toma melangkah masuk, lantai ubin yang tergenang air menimbulkan suara cipratan. Ia memutar ke depan mayat hangus itu dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.

​"Tidak ada siapa pun selain korban. Tempat tidurnya tanpa kolong, jadi tidak ada tempat untuk bersembunyi."

​"Tidak mungkin," ucap pegawai jangkung itu. "Kalau begitu, jangan-jangan..."

​"Ya," sela Toma, mengucapkan kata tersebut mendahuluinya. "Pembunuhan ruang tertutup. Terlebih lagi, ini bukan sekadar pembunuhan ruang tertutup biasa."

​"Toma," terdengar suara dari dinding. "Sampai kalian masuk ke ruangan itu, tidak ada perubahan di layar. Tidak ada yang masuk, dan tidak ada yang keluar."

​Wanita berjas putih di seberang layar memberitahukan hal itu.

​"Mustahil!" teriak pegawai yang lebih pendek. "Padahal pria ini baru saja berbicara dengan kita lewat layar!"

​"Benar." Mata Toma menyipit tajam. "Artinya, ini adalah pembunuhan ruang tertutup yang terjadi di bawah pengawasanku sebagai detektif."

​Laboratorium di pulau terpencil. Pembunuhan tahanan yang dikurung di selnya—pembunuh ruang tertutup berantai 'O' yang pernah menggegerkan dunia. Dan kata-kata terakhirnya yang bagaikan surat tantangan. Namun, mayat tanpa kepala itu membuktikan satu hal mutlak: ini bukanlah bunuh diri.

​"Toma," panggil wanita berjas putih dari seberang layar. "Sebenarnya apa yang terjadi?"

​"Triknya sudah terpecahkan."

​Kalimat santai Toma mengejutkan semua orang di sana. Hanya saja, ekspresinya tidak cerah.

​"Tapi, alasannya masih menjadi misteri."

​Mengatakan itu, Toma mengedarkan pandangannya dari tengah ruangan tempat mayat itu berada. Di dalam ruang tertutup tempat detektif itu berdiri, terdapat banyak misteri yang bersembunyi. 

Got an error? Report now
Comments

Comments

Memuat komentar...

Konten Terkunci

Login untuk akses konten

Konten yang kamu pilih:

-

Silakan daftar/masuk ke akun kamu terlebih dahulu untuk akses

Konten Terkunci

Konten ini khusus untuk supporter aktif

Konten yang kamu pilih:

-

⚠ Akun kamu belum tergabung dalam Gembokers

Support untuk akses semua chapter gembok tanpa batas.

Kamu sudah login! Support sekarang melalui halaman profil untuk membuka konten ini.

Support Sekarang

Volume

🔒 Khusus Gembokers. Klik untuk download.

🎵 Baca sambil
dengerin playlist disini!
langitoren playlist
🎵
Pilih playlist untuk mulai
0:00 0:00
URL tidak dapat diputar. Cek link di konfigurasi.
Memuat...
Pilih playlist dulu

Support Langitoren

Dukung kami untuk akses tanpa batas dan nikmati komik favoritmu kapan saja!

Tips: Saat tab baru terbuka, silahkan tekan Back atau tutup tab untuk kembali ke halaman sebelumnya.