【Prolog 〈ZERO〉】Kisah Masa Mudamu
Sebab itu, kurasa masa mudaku berada di atas papan permainan.
Maafkan aku yang memulai cerita ini dengan ungkapan puitis.
Sebagai kesimpulan awal, aku, Moyura Itsuki, pada akhirnya akan mati di akhir cerita ini.
Di tangan detektif Kiryu Toma, aku ditakdirkan lenyap dari dunia ini dengan mudah, layaknya rintik hujan yang jatuh di padang pasir.
Itu sebanya, setidaknya sedikit saja—walau hanya sebesar sebutir pasir—biarkan aku meninggalkan jejak bahwa aku pernah hidup di dunia ini. Itulah satu-satunya alasanku menceritakan kisah ini, sekaligus doa terakhirku.
Kisah yang akan dimulai ini adalah tentang insiden pembunuhan laboratorium bekas di pulau terpencil yang menyeretku, seorang mahasiswa biasa, beserta teman-temanku. Serta, tentang insiden pembunuhan di tempat yang sama tiga tahun sebelumnya yang melibatkan detektif swasta Kiryu Toma.
...Tidak, tepatnya pasti bukan begitu.
Pada akhirnya, tokoh utama cerita ini tetaplah detektif swasta Kiryu Toma. Dari awal hingga akhir, ini adalah kisah pertarungan terakhirnya melawan 'Pembunuh Ruang Tertutup O'. Aku hanyalah bagian dari kerumunan tanpa nama yang terseret dalam dampak pertarungan mereka hingga akhir.
Jadi, ini adalah kisah seorang jenius bernama Kiryu Toma yang diceritakan oleh orang biasa bernama Moyura Itsuki.
Sebelum itu, ada kontradiksi di sini. Paradoks di mana orang biasa menceritakan seorang jenius. Secara prinsip, hal itu mustahil. Sama halnya seperti monyet yang menjelaskan struktur pesawat ulang-alik.
Karena itu, aku mungkin tidak akan bisa menceritakan seluruh kisah ini secara utuh. Layaknya monyet yang tidak mengerti sains, tubuh kecilnya tidak akan mencapai luar angkasa, dan kakinya tidak akan menginjak permukaan bulan.
Namun, tenang saja.
Yang akan menuntaskan cerita ini bukanlah aku.
—Meski tidak mencapai bulan, cerita ini pasti akan mencapai kebenaran.