LANGITOREN

Kisah Aneh Banwoldang – Volume 4

<Chapter 77>



​Kemudian dia teringat.

​Mia pernah memberitahunya, jika dikejar monster, dia harus memakai sepatunya terbalik saat berlari. Yu-dan segera melepas sepatu ketsnya, menukarnya, lalu berlari panik dan bersembunyi di bawah tumpukan selimut di kamar utama.

​Keadaan di luar terasa sunyi. Namun dia tidak boleh lengah, jadi dia menahan napas dan merasa cemas di dalam selimut. Entah sudah berapa lama waktu berlalu. Tanpa disadari, dia pun tertidur.

​"Kamu sedang apa sendirian?"

​"Kenapa kamu tidur di sini? Apa tidak panas?"

​Saat Mia dan Soohyun yang baru kembali dari kota membangunkannya, Tamu Bulan Kelima dan Keenam sudah pergi entah ke mana. Namun, monster itu bisa kembali kapan saja. Tidak, dia pasti akan kembali. Pasti.

​Dia tidak bisa menceritakannya kepada siapa pun. Sesuatu yang menakutkan masih bisa diceritakan, tetapi sesuatu yang terlalu menakutkan membuatnya tak sanggup berbicara. Yu-dan hanya bisa memendamnya sendiri. Satu-satunya cara adalah berhati-hati agar tidak pernah tertinggal sendirian di rumah.

​Begitulah beberapa hari berlalu. Meskipun orang dewasa menyuruh mereka tidur cepat, mereka menggelar selimut untuk menutupi celah pintu dan menonton video bersama Mia dan Soohyun hingga larut malam. Saat dia terbangun, menggosok matanya, dan keluar, hari sudah siang. 

​"Nenek..."

​Tidak ada jawaban. Rumah itu sunyi seperti kuil. Saat dia menyadari bahwa tidak ada siapa-siapa, jantungnya serasa mencelos.

​Brak brak brak!

​Tepat pada saat itu seseorang mengetuk gerbang.

​Tamu Bulan Kelima dan Keenam datang. Monster itu rupanya telah menunggu momen ini.

​Yu-dan melarikan diri dengan ketakutan. Namun kali ini dia terlalu terkejut dan panik hingga lupa menukar sepatunya. Saat dia menyadarinya belakangan dan menghentikan langkahnya, bayangan hitam pekat telah menghalangi pandangannya—


​"Guk!"

​Suara anjing menggonggong membawanya kembali ke dunia nyata. Bolt yang sedari tadi meringkuk di bawah dipan bangkit dan mengibaskan ekornya. Yu-dan bangkit.

​Si kembar sedang berjalan mendekat sambil membawa nampan. Anjing itu berlari ke arah mereka dengan gembira.

​"Iya. Kami juga menyukaimu. Tapi anjing penarik kereta salju di pertengahan musim panas begini... Melihatmu saja rasanya panas. Sangat panas."

​Chaesol mengelus kepala Bolt lalu mengebaskan tangannya. Kemudian dia menyerahkan barang yang ada di atas nampan.

​"Yu-dan juga disuruh ambil satu."

​Itu adalah kipas kertas bundar. Tanpa banyak pikir dia mengipaskannya sekali, lalu terkesiap karena angin sedingin udara Kutub Utara berembus darinya, sehingga dia menelitinya lagi. Di kipas itu hanya tertulis satu karakter Hanzi raksasa '涼' yang tidak dia ketahui.

​"Itu karakter 'Ryang' yang berarti sejuk."

​Dari sebelah sana, terdengar suara siluman rubah.

​Baekran berjalan mendekat dengan memilih tempat yang teduh untuk menghindari sinar matahari. Karena itulah dia tertinggal jauh di belakang si kembar.

​"Aku sudah bilang ini lebih sejuk dari AC, tapi kamu tidak percaya, kan?"

​"Jadi kamu merasa kesal dan langsung membawakannya huh."

​"Kebetulan pekerjaanku juga sudah selesai. Kamu harus memakainya hemat. Karena setelah dikipaskan sekitar tiga ratus kali, tulisannya akan menghilang."

​Saat Baekran tiba di dipan, si kembar berdiri dan memberikan tempat yang teduh untuknya.

​Angin sepoi-sepoi berembus di bawah pohon. Si kembar siluman ginseng menatap bayangan pohon yang bergoyang lalu saling bertatapan dan tersenyum. Duduk sambil memegang kipas membuatnya merasa sangat damai. Sebenarnya untuk apa aku datang kemari tadi...?

​Seolah membaca isi hatinya, siluman rubah berkata.

​"Katanya ada sesuatu yang ingin ditanyakan?"

​"Ah, benar juga."

​"Sebuah kejadian yang mengejutkan, bukan."

​"Bagaimana kamu bisa tahu padahal belum mendengarnya?"

​"Jadi kamu juga punya sesuatu yang membuat mu penasaran, itulah maksudku."

​"Ada apa denganmu. Waktu kecil aku penuh rasa ingin tahu. Hanya saja karena hidup ini sulit, berpikir jadi terasa merepotkan. Bagaimanapun juga, hal yang mau kutanyakan adalah cerita masa kecilku itu. Aku baru saja menemukan mainan lama di rumah bibiku."

​Yu-dan memungut ranting pohon yang jatuh di bawah dipan dan menggambar.

​"Bentuknya kira-kira seperti ini. Polisi yang naik sepeda motor, kalau tombol di punggungnya ditekan, akan keluar suara. 'Angkat tangan! Semuanya ditangkap! Pasukan komando tak terkalahkan telah tiba!' Seperti ini. Melihat mainan itu, aku teringat kejadian masa lalu yang sudah lama kulupakan. Waktu kecil aku bertemu monster di rumah nenekku di desa, kalau dipikir-pikir sekarang, makhluk itu adalah Unusuals."

​"Aha. Ternyata salah satu takdir buruk yang sudah terjalin sejak kecil kembali mencari mu, dan kamu berlari kemari dengan wajah pucat lagi."

​"Eiy, kalau memang begitu, mana mungkin aku duduk bersantai seperti ini? Itu sudah selesai. Kak Mia, Kak Soohyun, dan aku. Kami bertiga mengalahkan Unusuals itu."

​Si kembar yang sedang mendengarkan dengan saksama membelalakkan matanya.

​"Kalian bertiga saat masih anak-anak? Benarkah?"

​"Luar biasa!"

​"Tapi, saat memikirkan kejadian itu lagi sekarang, ada beberapa teka-teki yang mengganjal. Walaupun karena sudah berlalu jadi tidak terlalu penting,......"

​"Aku harus membatalkan pemikiranku tadi. Sekarang kulihat kamu lumayan pintar memancing topik pembicaraan."

​"Benar sekali. Kamu pintar juga memancing rasa penasaran para siluman."

​Si kembar tersenyum ceria dan duduk mendekat. Rubah juga memasang telinganya dan bersiap untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh.

​Yu-dan mulai menceritakan kejadian sepuluh tahun yang lalu kepada mereka. Musim panas yang dia habiskan bersama sepupu-sepupunya di desa. Monster yang dikhawatirkan oleh nenek dan nenek-nenek desa lainnya, yaitu 'Tamu Bulan Kelima dan Keenam', datang ke rumah. Sekali dia berhasil menghindarinya dengan beruntung, tetapi saat monster itu datang untuk kedua kalinya, dia akhirnya tertangkap.........


​"Ta, Tamu Bulan Kelima dan Keenam.........."

​Yu-dan kecil mendongak dengan wajah pucat karena ketakutan.

​Wajah yang dibalut perban rapat di bawah topi fedora. Pria yang mengenakan trench coat. Dia sangat menakutkan. Terlalu menakutkan. Namun, Yu-dan berusaha sekuat tenaga berpura-pura tidak apa-apa dan memaksakan suaranya keluar.

​"Se, sekarang, sedang tidak ada siapa-siapa."

​Kacamata hitam yang menutupi kedua matanya menatap tajam ke arahnya. Dari balik perban, terdengar suara datar yang berbicara perlahan.

​"Aku datang untuk menjemputmu."

​Meskipun sudah menduganya, rasanya air matanya seolah akan tumpah.

​"Kenapa?"

​"Karena semua orang ingin agar kau menghilang."

​Meskipun dia juga sudah menduganya. Pada akhirnya air matanya pun menggenang.

​"Kenapa......?"

​"Kau juga tahu. Katanya setiap kali mereka melihatmu, mereka jadi teringat pada ibumu. Teringat pada kecelakaan itu. Padahal mereka ingin cepat melupakannya, tetapi karena terus teringat, mereka jadi merasa sedih. Karena itu, mereka berharap agar kau tidak terlihat lagi di depan mata mereka. Akan sangat bagus jika kau menghilang selamanya."

​Pria itu mengulurkan tangannya yang terbalut sarung tangan.

​"Karena itu, ayo ikut denganku."

​Dia tidak bisa menolaknya. Karena suara itu selalu terngiang di telinganya, entah saat dia bangun pagi, saat makan, saat bermain dengan sepupunya, maupun saat tidur.

​'Ibumu sudah mati, tetapi kenapa cuma kau yang hidup!'

​Karena dia tidak bisa membuang suara itu dari pikirannya, meskipun sangat ketakutan, dia tidak punya pilihan selain mengikutinya.

​Tamu Bulan Kelima dan Keenam keluar dari rumah neneknya dan berjalan cepat melewati jalan di sebelah sawah. Yu-dan mengikutinya seperti terseret. Sambil berharap ada seseorang yang mau menolongnya, dia menatap penuh harap pada orang-orang yang lewat, namun sepertinya tidak ada yang bisa melihat Yu-dan. Atau mungkin mereka pura-pura tidak melihatnya.

​Karena Tamu Bulan Kelima dan Keenam lebih menakutkan daripada harimau.

​Setelah keluar dari desa, mereka mendaki bukit liar yang dipenuhi rumput liar setinggi tubuh. Rumput-rumput yang kasar itu terus menarik ujung bajunya seperti cengkeraman tangan hantu. Langit seketika menjadi gelap.

​Tamu Bulan Kelima dan Keenam menyukai malam hari. Dia berhenti di tengah pegunungan yang sangat sepi di mana tidak ada siapa pun yang lewat.

​Kesadaran Yu-dan seketika kembali. Ketakutan luar biasa yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun sebelumnya menerjangnya. Dia mencoba berbalik dan melarikan diri, tapi pria itu mencengkeram erat bahunya.

​"Semua orang pasti mati."

​Sebuah ilusi terlihat. Saluran air yang dipenuhi tanaman merambat kering dan dedaunan layu, di atas air berlumpur yang kotor, mayatnya sendiri tergeletak di sana. Dengan anggota tubuh terpelintir seperti boneka yang dibuang. Mata keruh seperti kelereng murahan yang menatap ke langit.

​Bahkan jeritan pun tak bisa keluar. Tangan kurus bersarung tangan itu mencengkeram bahunya dengan kuat.

​Namun tepat pada saat itu.

​Dari suatu tempat, terdengar suara yang familier.

​「Angkat tangan! Semuanya ditangkap!」

​Telinganya langsung awas. Yu-dan segera menoleh. Jaraknya tidak jauh. Suara itu terdengar dari suatu tempat di dekat sini.

​「Pasukan komando tak terkalahkan telah tiba!」

​"Di sini! Di sini!"

​Dia berteriak sekuat tenaga dan menghempaskan tangan di bahunya. Sinar senter yang menyilaukan menyorot ke arahnya. Diiringi teriakan, Mia dan Soohyun berlari datang membawa tongkat kayu. Sekarang aku selamat. Pikir Yu-dan kecil.

 Meskipun Tamu Bulan Kelima dan Keenam sangat menakutkan, kami pasti menang. Karena Pasukan Komando tak terkalahkan telah datang bersama kami.

​"Penjahat! Matilah kau!"

​"Enyah dari sini!"

​Mia dan Soohyun memukuli pria bertopi fedora dan trench coat itu dengan tongkat mereka. Yu-dan juga mengumpulkan keberaniannya dan ikut menyerang dengan melempar batu. Tamu Bulan Kelima dan Keenam tidak bisa bergerak dan hanya menerima serangan anak-anak itu. Kejadian menakjubkan pun terjadi. Monster yang begitu besar itu semakin lama semakin mengecil, dan kemudian.........


​"......Dia menghilang begitu saja seperti kebohongan."

​Ceritanya telah selesai.

​Semuanya mendengarkan dengan penuh perhatian. Heukyo yang datang membawa nampan di tengah-tengah cerita pun akhirnya ikut duduk. Es di keempat gelas teh plum (maesil-cha) itu sudah mencair semua hingga membuat nampan itu basah. Paman Do yang tadi menyiram rumput di sebelah mereka, kini telah membuat tanah berlubang karena hanya mengarahkan selangnya ke satu titik. Sama seperti manusia yang menyukai cerita siluman, para siluman juga menyukai cerita manusia. Terlebih lagi jika itu adalah kisah horor di mana manusia bertemu dengan sesuatu yang menakutkan, mereka akan sangat menyukainya.

​Yu-dan mengangkat bahunya sekali.

​"Begitulah kami mengalahkan monster dan kembali ke dunia nyata dengan selamat. Tapi, seperti yang kubilang tadi..."

​"Jadi sekarang, ada banyak teka-teki yang terpikirkan?"

​"Ya."

​Dia menganggukkan kepalanya.

​"Sebenarnya Unusuals macam apa Tamu Bulan Kelima dan Keenam? 'Tamu Bulan Kelima dan Keenam lebih menakutkan daripada harimau.' Entah kenapa sampai ada perkataan seperti itu? Walaupun sama-sama tamu, ini berbeda dengan Tamu Akhirat yang sekadar datang tanpa niat jahat. Ini benar-benar Unusuals yang menakutkan. Tapi bagaimana mungkin anak-anak bisa mengalahkan sesuatu yang begitu kuat? Apakah mungkin monster itu lemah terhadap anak kecil? Tidak. Aku merasakannya sendiri. Makhluk itu kuat dan jahat."

​Baekran menanggapi dengan raut wajah serius.

​"Benar. Meskipun aku yang ada di sana saat itu, aku tidak tahu bagaimana hasilnya."

​"Benar, kan? Itu benar Unusuals yang kuat, kan?"

​"Ya. Tamu Bulan Kelima dan Keenam. Menurut legenda, makhluk itu sangat jahat dan sangat kuat sehingga....."

​Namun saat sedang berbicara, dia tiba-tiba menahan tawa. Yu-dan yang sedari tadi mendengarkan dengan serius pun menjadi bingung.

​"Apa? Kenapa?"

​Saat dia melihat sekeliling, Paman Do, Heukyo, dan si kembar semuanya juga memasang wajah menahan tawa. Dia sama sekali tidak mengerti alasannya.

​"Kenapa kalian semua begitu?"

​"Ah, aku tidak boleh tertawa."

​Chaewoo segera merapikan ekspresinya.

​"Memang benar monster itu kuat dan menakutkan. Tetapi di satu sisi, ini juga lucu."

​"Tamu Bulan Kelima dan Keenam lebih menakutkan daripada harimau. Apa kau tidak pernah berpikir untuk menanyakan pada nenekmu apa arti sebenarnya dari kata-kata itu?"

​Mendengar teguran Heukyo, Yu-dan pun kembali bingung.

​"Apa ada arti lain? Apa itu?"

​"Bulan Kelima dan Keenam (Onyuwol) pada kalender masehi berarti bulan Juni dan Juli. Bagaimana jika ada tamu yang datang berkunjung di tengah musim panas yang sangat panas? Harus membersihkan rumah, harus menyuguhkan minuman, saat waktunya makan harus menyiapkan makanan, dan setelah selesai makan harus menyiapkan minuman beralkohol lagi. Di cuaca panas terik begini, untuk menggerakkan tubuh sendiri saja sudah tidak ada tenaga, memikirkan harus berkeringat untuk melayani tamu, bagaimana mungkin itu tidak menakutkan. Karena itulah dikatakan bahwa Tamu Bulan Kelima dan Keenam lebih menakutkan daripada harimau. Itu adalah pepatah yang mengandung keluh kesah ibu rumah tangga."

​"Apa katamu?"

​Mana mungkin. Jangan-jangan para siluman ini sekongkol untuk menggodanya? Dia mengeluarkan ponsel dari sakunya dan mencoba mencari di internet.

​Ternyata benar. 'Tamu Bulan Kelima dan Keenam lebih menakutkan daripada harimau.' Itu adalah pepatah yang bermakna bahwa sangat sulit untuk melayani tamu di musim panas. Saat dia memikirkan kembali bahwa dia ketakutan setengah mati setelah mendengar ucapan nenek-nenek tanpa mengetahui artinya, dia merasa hal itu sangat konyol.

​"Tidak mungkin. Jadi monsternya tidak pernah ada."

​"Itu juga tidak sepenuhnya benar."

​Wajah rubah yang tadinya tersenyum-senyum itu kembali menjadi serius.

​"Monster itu ada. Monster yang diciptakan oleh seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa dan menginterpretasikan pepatah itu menurut pemahamannya sendiri. Kalau begitu, mari kita analisis sekarang. Pertama, kita sudah mengungkapkan kebenaran tentang nama 'Tamu Bulan Kelima dan Keenam'......"

​Baekran mengipaskan kipasnya beberapa kali.

​"Di musim panas, kamu menemukan sekotak penuh kaset video bersama kakak sepupu mu di rumah nenek pihak ibu di desa, dan kalian menonton film dan drama lama setiap malam hingga larut. Betapa menyenangkannya itu?"

​"Waktu itu aku tidak tahu apa-apa dan hanya menontonnya."

​"Justru karena kamu tidak tahu, hal itu pasti lebih berkesan. Setiap adegan pasti terukir di benak seorang anak berusia tujuh tahun. Meskipun kam pikir kamu sudah melupakannya sekarang, kamu akan terkejut betapa jelasnya hal itu masih tersisa di alam bawah sadar mu. Bukankah film pertama kali lahir sekitar akhir tahun 1800-an? Sejarahnya lebih singkat dibandingkan dengan seni lain, jadi aku sendiri tidak terlalu banyak tahu tentangnya.. Wajah yang dibalut perban rapat di bawah topi fedora. Kacamata hitam yang tampak seperti lubang kosong, trench coat dengan kerah ditegakkan, dan tangan bersarung tangan. Ada satu film klasik sangat terkenal yang langsung terlintas di pikiranku. Bukankah begitu?"

​"Aku juga baru memikirkan hal itu."

​Seolah sudah menunggu, Chaesol berdiri. Dia melompat-lompat berlari lalu segera kembali membawa beberapa buku. Dengan sigap dia membawa buku yang mencatat segala macam Unusuals di dunia, 'Kisah Aneh Kuno dan Modern' (Gogeum Goeijeon). Buku-buku lainnya semuanya adalah buku kliping buatan tangan yang penuh dengan materi terkait film.

​Benar juga, para siluman di Banwoldang menyukai film. Teringat saat mereka membawa Eunbi yang ditempeli sekumpulan iblis kelaparan (Agwi) lalu terseret ke Gyeongseong masa lalu, Heukyo menyuruhnya mengambil selebaran di depan teater.

​Buku kliping para siluman dipenuhi dengan selebaran dan tiket bioskop yang dikumpulkan seperti itu. Namun mungkin karena dikumpulkan tanpa sistem, Chaesol membolak-balik halamannya maju mundur dengan tergesa-gesa sebelum akhirnya berhasil menemukan apa yang diinginkannya.

​"Lihat ini."

​Apa itu? Yu-dan melirik sekilas dan terkejut.

​Itu adalah poster film. Di sana ada seorang pria. Wajahnya dibalut perban di bawah topi fedora. Kacamata hitam yang tampak seperti lubang bolong, trench coat dengan kerah ditegakkan, dan sarung tangan.

​"Itu kan Tamu Bulan Kelima dan Keenam! Tapi bagaimana bisa makhluk ini ada di sini...."

​Yu-dan menatap judul berbahasa Inggrisnya. 'THE INVISIBLE MAN'. Meskipun kata di depannya panjang, karena sering muncul di game, dia cukup familier dengan kata itu.

​"Pria yang tak terlihat....?"

​"Manusia Tak Terlihat. Film tahun 1933 karya sutradara James Whale. Film ini diadaptasi dari novel fiksi ilmiah karya H.G. Wells. Ini sebuah mahakarya. Bercerita tentang seorang ilmuwan miskin yang menemukan ramuan yang membuatnya menjadi manusia tak terlihat dan menggunakannya pada tubuhnya sendiri. Karena itu, dia melakukan segala macam kejahatan, membunuh orang-orang secara brutal, hingga akhirnya menjadi gila, dan mati di depan wanita yang dicintainya."

​Chaewoo menjelaskan dengan penuh semangat. Baekran melanjutkan.

​"Sepertinya kaset video rekaman film klasik ini juga tercampur di dalam kotak yang ditemukan di loteng. Meskipun kamu menonton film ini bersama kakak sepupumu, karena masih kecil, kamu belum memahami ceritanya dengan baik. Wujud manusia tak kasatmata itu pasti sangat menakutkan bagi mu. Saking berkesannya, ternyata kamu meminjam penampilan luar 'Tamu Bulan Kelima dan Keenam' dari sana."

​Yu-dan sangat kebingungan hingga tidak bisa mengatakan apapun dan menatap poster itu lama. Namanya adalah pepatah yang memiliki arti sama sekali berbeda, dan penampilannya dipinjam persis dari film klasik. Ternyata itu adalah monster yang diciptakannya dari imajinasinya sendiri.

​"Tapi itu tidak hanya ada di dalam imajinasi saja. Kak Mia dan Kak Soohyun juga melihatnya. Mereka ikut bertarung bersama. Tamu Bulan Kelima dan Keenam itu benar-benar ada."

​"Ya."

​Baekran menganggukkan kepalanya.

​"Karena itulah hal ini sangat mengerikan. Kamu bertanya-tanya Unusuals macam apa dia, bukan? Itu adalah Eonju."

​"Eonju?"

​"Sesuai namanya, kutukan atau mantra yang berasal dari kata-kata."

. . .. .... ........ 


Got an error? Report now
Comments

Comments

Memuat komentar...

Konten Terkunci

Login untuk akses konten

Konten yang kamu pilih:

-

Silakan daftar/masuk ke akun kamu terlebih dahulu untuk akses

Konten Terkunci

Konten ini khusus untuk supporter aktif

Konten yang kamu pilih:

-

⚠ Akun kamu belum tergabung dalam Gembokers

Support untuk akses semua chapter gembok tanpa batas.

Kamu sudah login! Support sekarang melalui halaman profil untuk membuka konten ini.

Support Sekarang

Volume

🔒 Khusus Gembokers. Klik untuk download.

🎵 Baca sambil
dengerin playlist disini!
langitoren playlist
🎵
Pilih playlist untuk mulai
0:00 0:00
URL tidak dapat diputar. Cek link di konfigurasi.
Memuat...
Pilih playlist dulu

Support Langitoren

Dukung kami untuk akses tanpa batas dan nikmati komik favoritmu kapan saja!

Tips: Saat tab baru terbuka, silahkan tekan Back atau tutup tab untuk kembali ke halaman sebelumnya.