LANGITOREN

Kisah Aneh Banwoldang – Volume 3

<Chapter 70>

Kisah ke-delapan belas

<Buku daftar Hantu>



​Kerabat dari Tuan Han Jun-gyeom, yang bergelar Seopyeong Buwongun, memiliki kemampuan untuk mengendalikan hantu. Saat ia mengeluarkan sebuah buku dan memanggil nama-nama hantu untuk memeriksanya, para hantu akan datang, berbaris rapi, lalu bersujud dan patuh kepadanya. Kemudian, ia akan mencari hantu-hantu yang telah merugikan dunia manusia dan menghukum mereka. Buku misterius yang dimilikinya itu awalnya diwariskan dari seorang biksu tua yang ia temui di sebuah kuil pegunungan, dan disebut sebagai buku daftar (myeongbu) yang dapat digunakan untuk mengendalikan hantu sesuka hati.

​『Cheonyerok』


●◉◎◈◎◉●


Kereta bawah tanah larut malam tampak lenggang.

​Sejak tadi, Yu-dan terus mengawasi seorang wanita muda yang duduk di seberangnya. Wanita itu terlalu mabuk hingga tidak bisa mengendalikan tubuhnya, dan akhirnya tertidur dengan posisi setengah ambruk di kursinya. Postur tubuhnya dengan lengan dan kaki yang dibiarkan terjulur jelas terlihat sangat tidak berdaya. Namun, bukan karena itu Yu-dan terus memperhatikannya.

​Sesaat kemudian, hal itu muncul lagi.

​Sebuah telapak tangan hitam menggeliat dan meraba punggung wanita tersebut. Di setiap tempat yang dilewatinya, tertinggal jejak tangan berwarna hitam.

​Yu-dan bangkit dari tempat duduknya.

​Dia merasa sedikit cemas pada siswi-siswi SMA yang duduk di kursi seberang sana. Meskipun mereka tampaknya terlalu sibuk mendengarkan musik dengan membagi earphone. Sambil terus memperhatikan ke arah sana, dia memindahkan tempat duduknya ke sebelah wanita itu senatural mungkin.

​Mulai dari sini, inilah masalahnya.

​Jika ketahuan, hidupnya akan hancur dengan cara yang jauh lebih tragis dibandingkan sekadar membolos sekolah. Judul artikel koran "Siswa SMA Pemberani Melakukan Pelecehan Seksual pada Wanita Mabuk di Kereta Bawah Tanah" sudah terbayang di depan matanya. Berdalih, "Aku melihat tangan hitam," pun tidak ada gunanya. Dia malah akan diseret ke rumah sakit jiwa sebagai tambahan.

​Meskipun begitu, dia harus menangkap hal itu bagaimanapun caranya.

​Sambil menatap lurus ke depan, Yu-dan diam-diam mengulurkan tangan kanannya ke arah wanita itu. Menunggu sosok yang menyusup ke sela-sela rambut panjang hasil pewarnaan itu muncul kembali, lalu segera menangkapnya.

​Jantungnya berdebar kencang.

​Sambil memasukkan makhluk itu ke dalam sakunya, dia pergi berdiri di depan pintu kereta. Wanita itu masih tertidur lelap, dan siswi-siswi SMA itu juga masih mendengarkan musik.

​Syukurlah.

​Begitu pintu terbuka, dia langsung keluar. Setelah beberapa orang yang turun bersamanya menghilang, dia duduk di bangku dan mengeluarkan benda itu.

​Itu bukan siluman. Bukan juga hantu.

​Sepertinya itu lebih dekat ke semacam fenomena. Seperti saat salah satu kaki teman sekelasnya terlihat hitam, lalu tak lama kemudian teman itu mengalami kecelakaan mobil dan harus di gips. Sebuah pertanda bahwa hal buruk akan terjadi. Atau semacam kesialan? Mungkin wanita yang pulang dalam keadaan mabuk berat itu ditempeli kesialan yang akan membuatnya mengalami kejadian buruk.

​Bagaimanapun juga, bukan itu intinya.

​Yu-dan mengangkat tanduk itu dan memeriksanya dengan teliti.

​Dia ingin memeriksanya lebih jauh, tetapi dia sama sekali tidak bisa menemukan apa pun.

​Yu-dan akhirnya berjalan keluar dari stasiun kereta bawah tanah.



​Pernyataan bahwa kotoran anjing tidak akan ada saat dibutuhkan untuk obat ternyata memang benar adanya. Di satu sisi, dia merasa tidak percaya. Tidak disangka hari di mana dia harus berkeliling mencari Unusuals telah tiba.

​Setelah berjalan cukup lama menyusuri jalanan malam yang dipenuhi kelap-kelip lampu neon, dia menghentikan langkahnya.

​Waktu sudah terlalu larut.

​Dunia ini adalah labirin yang sangat berbahaya. Tidak ada yang tahu apa yang akan muncul saat berbelok di tikungan berikutnya. Di antara semua perkataan siluman rubah, perkataan yang satu itu sangat dia ingat.

​Yu-dan akhirnya berbalik arah.

​Namun, bahkan setelah pulang, mandi, dan berbaring, pikirannya tetap tidak bisa lepas dari hal itu.

​Apakah tidak ada sesuatu yang jahat?

​Dia berguling-guling di tempat tidur, lalu bangkit dan menyalakan komputernya. Dia masuk ke situs web yang sering dia kunjungi untuk melihat informasi game.

​Sepertinya aku pernah melihat papan buletin cerita horor di sana.

​Ternyata memang ada. Dia segera mengkliknya.

​Ada banyak tulisan dengan tag [Kisah Seram], [Kisah Nyata], atau [Misteri]. Dia hanya memilih yang [Kisah Nyata] dan menelusurinya satu per satu.

​Kejahatan mengerikan. Pengalaman ketindihan. Cerita melihat hantu di kamp militer.

​Seorang wanita masuk ke toilet dan tidak kunjung keluar, setelah menunggu lama dan mengetuk pintunya, ternyata tidak ada siapa-siapa di dalam.

​Ada pelanggan aneh yang datang ke minimarket, tapi saat memutar ulang rekaman CCTV nanti, dia tidak terekam sama sekali.

​Saat melakukan perjalanan tanpa uang dia masuk ke rumah kosong lalu lari karena melihat hantu...

​Dia baru menyadarinya lagi.

​Bagi dirinya hal semacam itu adalah keseharian, tetapi di tempat ini, itu adalah hal-hal menakjubkan yang bisa mendapatkan ratusan rekomendasi. Tentu saja, tidak semuanya adalah kisah nyata. Banyak juga cerita yang begitu dibaca langsung ketahuan, 'Ah, ini bohong'.

​Yu-dan membaca papan buletin itu tanpa menyadari waktu yang berlalu.

​Kemudian sebuah judul menarik perhatiannya.

​"Buku Horor"

​Dia mengklik tulisan itu.

​Cerita ini aku dengar dari guru lesku.

​.......Temannya yang selalu pergi bersamanya hari itu entah kerasukan apa, tiba-tiba merasa sangat bosan. Dia bilang mau meminjam novel wuxia, lalu tak lama kemudian kembali membawa sebuah buku.

​Buku itu berwarna merah terang, tidak ada judulnya, dan tidak ada stempel perpustakaan di atasnya, jadi sekilas saja sudah terlihat aneh.

​Temannya itu sangat senang dan bilang itu adalah novel horor yang ada hantunya, lalu membawanya pulang. Namun keesokan paginya, saat waktu biasanya mereka bertemu, dia tidak muncul.

​Karena terus menunggu dan merasa ada yang aneh, dia pergi ke kosan temannya itu. Kalian tahu kan, saat mata seseorang berbalik hingga hanya terlihat putihnya? Temannya itu dalam keadaan seperti itu dan gemetar seperti daun aspen.

​"Buku itu! Harus segera dikembalikan ke tempat asalnya! Jangan pernah membukanya! Jangan pernah!" Dia bilang begitu.

​Karena temannya terlihat bisa pingsan kapan saja, dia pun menurutinya.

​Setelah itu, teman guru lesku itu langsung mengemasi barang-barangnya dan pulang ke rumah orang tuanya. Sekitar setengah bulan kemudian dia kembali, tetapi dia tidak pernah lagi membicarakan hal itu.

Dia seperti sudah melupakannya. Guru lesku juga melupakannya setelah itu, tapi dia tiba-tiba teringat saat melihat buku harianku dan menceritakannya padaku.

​Karena buku harianku adalah buku harian kulit berwarna merah terang.

​Entah apakah buku aneh itu masih ada di sana sampai sekarang.

​Adakah yang tertarik pergi ke sana dan memposting ulasannya?

​Tulisan itu berakhir di situ.

​Yu-dan menggulir ke atas dan membacanya lagi. Wajahnya menjadi serius.

​Buku horor, ya. Ini sepertinya benar-benar kisah nyata?

​Ada sesuatu yang menggeliat di dalam hatinya. Firasatnya seolah memberitahunya sesuatu.

​Terutama fakta bahwa orang yang mengalami kejadian itu kemudian melupakannya sepenuhnya sangat mengganjal pikirannya. Saat dia memeriksa kolom komentar, penulis tulisan itu pun awalnya membalas satu per satu, tetapi pada suatu saat dia lupa dan mengabaikannya.

​Lupa. Itu adalah salah satu ciri penting Unusuals.

​Mungkin di antara ribuan tulisan di papan buletin ini, dia menemukan sesuatu yang berguna.

​Yu-dan mengeluarkan tanduk itu dan memandanginya sejenak.

​Sekarang dia merasa bisa tidur. Dia mematikan komputernya, mematikan lampu, dan kembali berbaring di tempat tidur.

​Tidak suka berpikir panjang tidak selalu merupakan kekurangan. Sebagai gantinya, itu memiliki kelebihan yaitu cepat bertindak. Setidaknya begitulah yang diyakini Yu-dan.



​Apakah aku terlalu sering ke sini, ya. Sambil memikirkan hal itu, dia menaiki jalan menanjak dan memasuki gedung bergaya modern yang bersejarah tersebut.

​Entah dari mana, terdengar suara radio komunikasi yang samar, dan bayangan sisa-sisa para tentara yang berlari menaiki tangga terlihat berkelebat. Jejak masa lalu itu segera menghilang bagaikan asap.

​Karena matanya bisa melihat hal-hal semacam ini, jika benar-benar ada buku aneh di sini, dia pasti bisa menemukannya.

​Yu-dan pergi ke ruang referensi.

​Begitu masuk, dia merasa yakin. Di tengah kesunyian yang aneh, sesuatu terasa berdengung di kepalanya. Itu memang benar Unusuals.

​Saat dia menyusuri rak buku, dia tiba-tiba berhenti.

​Di antara berbagai macam novel, terselip sebuah buku bersampul tebal berwarna merah. Buku itu seolah sudah menunggu dan menarik Yu-dan dengan sangat kuat.

​Ternyata ada di sini.

​Yu-dan menarik buku itu dan keluar.

​Sistem anti-pencurian di pintu keluar tentu saja tidak berbunyi.

​Dia bisa membawanya keluar dengan tenang.

​Nah, karena sudah menemukan Unusuals, sekarang saatnya pergi ke Banwoldang........

​Yu-dan menunduk menatap buku merah itu.

​Apakah buku ini sebegitu menakutkannya? Katanya ini novel horor yang ada hantunya?

​Dia tidak akan merasa takut pada hantu secara tiba-tiba, dan sepertinya lebih baik jika dia melihat isinya sekilas.

​Karena itu dia pun pulang ke rumah.

​Pertama-tama dia mengeluarkan tanduk goblin kuno itu, meletakkannya di dekatnya agar bisa segera diraih jika terjadi sesuatu, lalu membuka buku tersebut.

​Ini adalah kegiatan membaca setelah sekian lama.

​Ada banyak halaman kosong di buku itu. Saat dia terus membaliknya, akhirnya muncul sebuah cerita. Judulnya adalah "Hantu Video".

​Yeong-su sedang bermain game di kamarnya seperti biasa ketika tiba-tiba ponselnya berdering. Itu adalah pesan berisi alamat halaman web dari temannya. 'Video Keren'.

​"Hah? Benarkah?"

​Begitu dia mengkliknya, sebuah jembatan penyeberangan muncul di layar yang berdesir. Sepertinya itu adalah video CCTV yang direkam dari atas.

​Seorang wanita sedang berdiri di sana. Wanita itu berjalan melintasi jembatan penyeberangan secara perlahan menuju ke arah sini.

​"A-apa! Apa ini!"

​Yeong-su mencoba mematikan videonya, tetapi video itu tidak bisa ditutup.

​Wanita itu tahu-tahu telah sampai di ujung jembatan penyeberangan. Ada sebuah jendela gelap di udara, dan sesuatu terpantul di jendela itu. Lemari. Tempat tidur.

​Dan Yeong-su yang sedang duduk di depan komputer.

​"Aaaakh! Apa ini!"

​Yeong-su menyadari bahwa jendela itu adalah monitornya sendiri.

​Sambil berteriak histeris, dia mematikan komputernya, tapi itu tidak ada gunanya. Kepala wanita itu menonjol keluar dari monitor. Wanita itu memelototi Yeong-su dan mengangkat sebuah pisau.

​Yeong-su pun menjerit.

​Yu-dan membalik halamannya dengan wajah tanpa ekspresi. Tidak ada apa-apa lagi.

​"Apa ini? Inikah akhirnya?"

​Dia tidak bisa mempercayainya.

​Inikah yang disebut cerita horor yang ditulis di sini? Baru membaca baris pertama saja akhir ceritanya sudah tertebak jelas, dan mengejutkannya cerita itu sama sekali tidak menyimpang dari tebakan itu. Apa kau sedang bercanda denganku?

​Dia membalik halaman cukup lama untuk mencari cerita berikutnya. Kali ini adalah "Hantu Boneka".

​Yeong-jin masuk ke sebuah toko barang antik bersama adik perempuannya. Adiknya yang sedang melihat-lihat tiba-tiba terkejut.

​"Kak! Lihat ini! Persis sama dengan boneka itu! Boneka yang ada di rumah kita saat kita masih kecil!"

​Melihat boneka badut berambut merah itu, Yeong-jin terkejut setengah mati. Ingatannya yang terkubur dalam-dalam pun bangkit kembali. Itu adalah boneka di masa lalu.

​Boneka itulah yang membunuh ayah mereka.

​"Jangan beli itu!"

​Namun, adiknya sudah memeluk boneka badut itu.

​Saat akan membayar, pemilik toko tersenyum menyeringai dan berkata.

​"Kamu tidak boleh berduaan saja dengan boneka ini."

​Yeong-jin merasa sangat khawatir sampai tidak tahan. Dia terus menjaga adiknya sepanjang akhir pekan menunggu kesempatan, dan akhirnya adiknya tertidur.

​Yeong-jin segera membawa boneka badut itu keluar. Dengan jantung berdebar kencang, dia naik lift, lalu pada saat itu...

​Pintu tertutup!

​Yu-dan bersungut.

​Ini juga sesuai dugaan. Bukankah ini cerita yang sudah diulang-ulang selama puluhan tahun? Kau menyuruhku membaca ini dan merasa takut?

​Sambil merasa kesal, dia membalik halaman dengan cepat hingga menemukan cerita berikutnya. "Hantu Beras Mentah".

​"Awas saja kalau yang ini membosankan lagi."

​Dia mulai membaca cerita horor itu.

​Mi-yeong memandang apartemennya dengan wajah puas.

​Meskipun kepindahannya mendadak, dia beruntung mendapatkan rumah yang bagus dengan harga murah. Namun, beberapa hari setelah pindah, putrinya mulai sakit-sakitan, dan kondisinya tidak membaik meskipun sudah dibawa ke dokter. Tak lama kemudian, suaminya juga ikut jatuh sakit.

​Suatu hari, saat dia menidurkan putrinya yang terus merengek, ada tumpukan beras di dalam saku putrinya.

​"Apa ini? Siapa suruh main beras!"

​"Bukan. Aku tidak main beras."

​Putrinya menggeleng-gelengkan kepalanya. Kalau dipikir-pikir, putrinya yang masih kecil tidak mungkin bisa membuka tempat beras. Ada yang aneh. Mi-yeong tidak bisa tidur dan terus berguling-guling di tempat tidur.

​Saat itulah, dari suatu tempat terdengar suara yang aneh.

​Srak! Srak! Srak!

​Itu adalah suara sesuatu ditaburkan ke lantai.

​"Apa itu?"

​Mi-yeong berjalan ke luar. Ada seseorang di dapur yang gelap.

​"Sayang?"

​Itu bukan suaminya. Seorang nenek sedang duduk memunggunginya melakukan sesuatu. Mi-yeong melangkah mendekat, lalu terkejut setengah mati.

​Srak! Srak! Srak!

​Nenek itu mengeluarkan pakaian Mi-yeong, suaminya, dan putrinya, lalu menaburkan beras mentah ke atasnya. Sambil bergumam membacakan kutukan.

​"Kyaaa!"

​Mi-yeong menjerit dan pingsan.

​Malam itu, Mi-yeong terbangun karena merasa haus. Saat itulah, dari suatu tempat terdengar suara yang aneh.

​Srak! Srak! Srak!

​Yu-dan hampir saja melempar buku itu.

​"Kalau disuruh nulis beginian, aku juga bisa nulis!"

​Teman guru les itu atau siapa pun dia, sebenarnya kenapa dia membuat keributan seperti itu hanya karena membaca buku semacam ini? Apakah dia memiliki kelainan jantung bawaan? Rasanya ingin membuang semua Unusuals dan hal-hal semacamnya.

​Namun, karena sudah memulainya, dia harus menyelesaikannya.

​Cerita terakhir adalah "Hantu Celah".

​Aku adalah wanita yang cantik. Di mana pun aku berada, aku bisa merasakan tatapan orang-orang ke arahku. Aku berpura-pura bersikap angkuh, tetapi sebenarnya tatapan-tatapan itulah yang menjadi sumber energiku. Namun entah sejak kapan, aku bisa merasakan tatapan itu bahkan saat aku sedang sendirian. Saat ke kamar mandi. Saat sedang mandi. Suatu hari, saat aku sedang mengganti baju di ruang ganti pusat perbelanjaan, aku melihat mata seseorang melalui celah pintu.

​"Kena kau!"

​Aku membuka pintunya lebar-lebar, tetapi tidak ada siapa-siapa.

​Aneh. Jelas-jelas ada mata tadi, celah jendela. Celah tirai. Celah lemari pakaian. Di celah mana pun, selalu ada mata yang mengawasiku. Tetapi saat aku membukanya, tidak ada siapa-siapa.

​Sekarang aku benci tatapan itu. Rasanya aku mau gila. Aku benci mata. Aku benci bentuknya yang menjijikkan yang dikelilingi bulu mata yang terlihat seperti serangga itu.

​Aku menatap cermin. Di wajahku yang berubah seperti tengkorak ini pun tertanam sepasang mata. Aku tidak tahan lagi. Aku mengambil pemotong kuku dan mencongkel salah satu mataku. Darah mengalir deras, tetapi alih-alih merasa sakit, aku justru merasa lega. Saat aku melihat cermin untuk mencongkel mataku yang satu lagi, tubuhku seketika kaku.

​Di lubang kosong tempat mataku terlepas. Di sana juga ada celah. Dan dari sana, mata yang lain muncul. Pupil mata itu....

​Aku pun menjerit.

​Yu-dan pada akhirnya benar-benar melempar buku itu.

​Saat dia mengangkat kepalanya sambil menggerutu...

​Wajahnya seketika kaku.

​Komputer yang jelas-jelas sudah dia matikan tiba-tiba menyala.

​Dari monitor yang gelap, seorang wanita berambut acak-acakan dan memakai baju berkabung putih (sobok) sedang mengeluarkan kepalanya untuk merangkak keluar.

​Di sudut kamar tidurnya, terdengar suara Srak! Srak! Srak! Seorang nenek bungkuk sedang duduk memunggunginya menaburkan beras.

​Di sudut seberangnya, boneka badut berambut merah sedang duduk membeku.

​Dan dari celah pintu yang sedikit terbuka, sebuah mata terlihat sedang mengawasinya.

​"Apa-apaan ini!"

​Yu-dan berteriak karena merasa sangat tidak masuk akal.

​Paket hadiah kombo macam apa ini?

​Barulah dia menyadarinya. Orang normal mana mungkin terkejut sampai matanya berbalik ke atas hanya karena membaca cerita-cerita horor pasaran ini. Cerita horornya bukanlah segalanya.

​Saat membaca ceritanya, hantu di dalam cerita itu akan keluar dari buku.

​Lalu kenapa?

​"Apa yang kalian lakukan? Memangnya kalian tahu berapa kali aku melihat hantu dalam sehari? Ditambah lagi hantu-hantu yang sama sekali tidak kreatif seperti ini! Kalian sama sekali tidak menakutkan, tahu?!"

​Meskipun dia membentak, mereka tidak mendengarkan dan hanya terus melakukan apa yang mereka lakukan.

​Wanita berbaju berkabung putih itu akhirnya berhasil keluar dari monitor dan berjalan mondar-mandir sambil memegang pisau dapur. Nenek itu dengan rajin menaburkan beras. Boneka badut hanya duduk dan memancarkan aura gelap. Mata dari balik celah pintu terus mengawasinya.

​"Sebenarnya apa ini?"

​Yu-dan mengerutkan dahinya dan tenggelam dalam pikiran.

​Namun dia segera menyerah. Tidak ada gunanya dia memeras otak dan memikirkannya, jawabannya tidak akan pernah muncul.



. . .. .... ........ 


Got an error? Report now
Comments

Comments

Memuat komentar...

Konten Terkunci

Login untuk akses konten

Konten yang kamu pilih:

-

Silakan daftar/masuk ke akun kamu terlebih dahulu untuk akses

Konten Terkunci

Konten ini khusus untuk supporter aktif

Konten yang kamu pilih:

-

⚠ Akun kamu belum tergabung dalam Gembokers

Support untuk akses semua chapter gembok tanpa batas.

Kamu sudah login! Support sekarang melalui halaman profil untuk membuka konten ini.

Support Sekarang

Volume

🔒 Khusus Gembokers. Klik untuk download.

🎵 Baca sambil
dengerin playlist disini!
langitoren playlist
🎵
Pilih playlist untuk mulai
0:00 0:00
URL tidak dapat diputar. Cek link di konfigurasi.
Memuat...
Pilih playlist dulu

Support Langitoren

Dukung kami untuk akses tanpa batas dan nikmati komik favoritmu kapan saja!

Tips: Saat tab baru terbuka, silahkan tekan Back atau tutup tab untuk kembali ke halaman sebelumnya.