LANGITOREN

3

​penerjemah: Rusel
Baca di langitoren.my.id

°°°

Karena tak ada jawaban, untuk sementara aku memutuskan berpikir positif.  

​"Cuacanya bagus."

"Tidak."

"......."  

​Tik, tik....

Terdengar sayup-sayup suara rintik hujan.  

​"...Yah, aku memang bicara melantur. Aku mengakuinya."  

​Cuaca di luar jendela hotel ini pada dasarnya selalu buruk. Kapan pun menengok ke luar, yang terlihat hanyalah badai petir, hujan lebat, atau kabut. Melihat hari ini turun gerimis berkabut, cuacanya terhitung lumayan bersahabat untuk standar tempat ini.  

​Tentu saja itu bukan berarti cuacanya bagus.  

​"Aku cuma ingin mencari ketenangan batin lewat omong kosong ini, jadi kalau kau mau bekerja sama, setidaknya kau tak perlu melihatku mati karena gagal mengontrol darah tinggi."  

​Ia memutar bola matanya ke arah Coco di pangkuannya.  

​"Sering matinya wakil operator pasti merepotkanmu juga, kan?"

"Ya."

"Kuanggap itu jawaban iya."

"Ya."

"Terima kasih."  

​Sungguh nasib sial.  

​"Sudah lama aku tak mampir ke rumah.... Kalau tahu hidupku bakal sedramatis ini, pasti aku sudah menyempatkan diri pulang dari dulu. Ternyata begini ya balasan karena lebih mementingkan pekerjaan dibanding orang terdekat."

"Apa sekarang kau memilih diam?"

"Ya."

"Entah kau jadi lebih peka atau sedang belajar peduli, tapi baiklah. Itu cukup membantu."

"Ya."

"Bisa-bisanya jawaban ketus ini terdengar menggemaskan, aku memang orang aneh."

"Tidak."

"Tentu ini strategi yang bagus buatmu. Mengambil hati rekan kerja adalah dasar kehidupan sosial. Rasanya aku ingin memujimu."  

​Lee Yeon-woo bangkit dari ranjang yang besar dan empuk.  

​"Mari kita ganti topik sedikit."

"Ya."

"Setiap bangun tidur aku selalu berpikir, menurutmu bagaimana cara kerja ranjang ini? Bagaimana bisa semua status abnormal dasar hilang hanya dengan beristirahat di sini?"

"Halo."  

​Entah dia tak tahu, atau tak mau menjawab.  

​"...Tapi secara pribadi, kurasa ini topik penelitian yang pantas digali."  

Begitu pula tubuhnya.  

​"Sepertinya ini adalah hasil refleksi dari game... Tapi itu cuma hasil, bukan proses."

"Ya."

"Senang kau sependapat denganku, Coco."  

​Layaknya permainan horor, operator akan mengalami berbagai status abnormal seiring berjalannya waktu. Mulai dari polusi pikiran sampai muntah darah atau menangis darah. Dan sebagian besar di antaranya akan sembuh setelah tertidur di 'kamar operator'.  

​'Memang ada status abnormal yang tak bisa sembuh meski sudah tidur atau mati, tapi itu urusan nanti!'  

​Selama tak ada masalah karena bug, itu bukan pengaturan yang perlu dipusingkan di tahap awal.  

​'Meski begitu, bukan berarti tubuh ini mutlak butuh tidur.'  

​Begitu pula dengan makan. Makan hanya diperlukan untuk menyembuhkan status abnormal yang tak mempan diatasi dengan tidur. Tubuh ini tak wajib tidur dan makan selayaknya manusia normal.  

​....Tetap saja, ini topik yang menarik.

​"Kalau bisa, aku mau mencoba masak."

"Tidak."

"Ya, aku ingat. Kecuali aku menyelesaikan tutorial, aku tidak akan bisa memasak. Karena ada resep masakan tertentu yang terpisah berdasarkan level...."  

​Ia melirik dengan raut datar.  

​"Kalau begini, kau pasti akan menyuruhku menyelesaikannya dulu, kan?"

"Ya."

"Aku tak bisa bekerja sama dengan sistem yang menuntut pengorbanan tak perlu. Lagipula aku sudah melayani tamu monster dengan rajin, bukankah itu cukup?"

"Tidak."

"Di saat seperti inilah kompromi diperlukan."  

Lee Yeon-woo bahkan tidak memiliki interface dasar.

Mungkin saja fiturnya hilang sama sekali karena game ini sudah menjadi nyata. Tapi, Howon memang program yang baru memunculkan interface setelah tahap tutorial selesai.  

​'Dengan kata lain, menyelesaikannya bisa jadi menambah kenyamanan di kehidupanku sekarang.'  

​Banyak fitur akan terbuka kalau interface muncul. Memasak, berburu, bermain musik, dan sebagainya. Area yang terkunci juga bisa terakses, tempat berburu bawah tanah contohnya.  

​'Kalau sudah begitu, pintu utama hotel pasti akan terbuka sendirinya.'  

​Makanya Coco menyuruhnya membawa masuk tamu manusia.

Dia mengerti apa maksudnya, tapi... 

​"Hanya orang gila yang mau membawa manusia ke mari. Umurku tak lagi muda, dan aku cukup berpendidikan untuk menolak melakukan hal sekeji itu."

"Tidak."

"Karena itu, ini jauh melampaui masalah moral dan etika."  

​Ucapnya datar.  

​"Aku paling tak tahan merepotkan orang lain."

"Ya."

"Lebih dari itu, membayangkan ada orang terluka atau mati di depan mataku... kepalaku langsung pening. Perutku mual sampai rasanya aku harus mencari obat maag saat ini juga."

"Tidak."

"Oh, begitu. Di matamu aku kelihatan lumayan tangguh huh. Wajar sih, usia 19 tahun memang masa-masanya kuat secara fisik."  

​Kepercayaan diri yang berlebihan.  

​"Biar kubantah, hotel ini bukanlah tempat yang ramah bagi stafnya sendiri, bukan?"  

​Rasanya pikirannya bisa hancur kapan pun.  

​"Bisa saja kewarasanku hilang lalu membiarkan manusia masuk. Aku juga punya batas wajar, dan jika itu terlewati, akal sehatku bisa pudar hingga berbuat nekat tanpa sadar."

"Ya."

"Tapi saat ini menurut standarku, itu jelas tindak kejahatan. Secara pribadi aku merasa kau sedang menyuruhku menerima tamu manusia demi perkembangan serta kemudahanku sendiri...."

"Ya."

"Aku tetap tak sudi."  


​Hari ke-100 terkurung di hotel.  

​"...Obrolan santainya sampai di sini saja."  

​Lee Yeon-woo masih belum bisa menamatkan tutorialnya. 

​"Terima kasih sudah berkunjung."  

Tipe humanoid. Tidak merespons upaya dialog saat dilayani.

Rambut panjang yang lepek melilit mengerikan di tubuh kurusnya. Pakaian biasa nan basah menempel membebani fisiknya, meneteskan air di setiap ayunan kaki.

Bola matanya yang keruh tak memantulkan cahaya sedikit pun, dengan raut wajah memucat layaknya mayat.  

​'Berarti....'  

Seperti sebuah kebiasaan, kondisi kemunculan monster itu mulai terdaftar di dalam kepalanya.

​'Peningkatan aktivitas pipa dan fasilitas air. Syarat tak terpenuhi!'

'Muncul saat tamu yang memiliki trauma tenggelam atau rasa bersalah sebagai penyintas datang. Syarat tak terpenuhi.'

'Kelembapan luar di atas 60% dan prakiraan hujan turun....'  

​Suara sayup rintik hujan mulai terdengar mengiringi.

'Syarat terpenuhi.'

​"Ada yang bisa kubantu?"  

​Sang 'tamu' menanggapi pertanyaan Lee Yeon-woo dengan diam. Segala kebisingan sekitar mendadak senyap bak ruang hampa udara, berganti suara hujan yang semakin lantang menekan gendang telinga.

Peningkatan kebisingan berelemen air terkonfirmasi.  

​Aroma darah logam yang amis menyeruak tajam di tengah kelembapan, menyengat hidung. Peringatan polusi basah, tanda bahwa gangguan pikiran lewat emosi akan segera dimulai. Bersamaan dengan itu, jemari Lee Yeon-woo terasa membeku.  

​'Reaksi hipotermia terkonfirmasi.'  

​Peringatan bahaya air berbunyi. Hasrat untuk melarikan diri memuncak, tapi larangan pindah tempat saat bertugas sebagai resepsionis adalah salah satu konyolnya aturan di sini.  

​Suhu tubuh terus turun. Telinga mulai berdengung, persis seperti orang tenggelam.  

​'Tekanan elemen air terkonfirmasi beruntun!'  

​Sederhananya, ini adalah polusi pikiran.  

​'...Tumben hari ini agresif sekali. Atau memang nasibku yang sedang sial. Namanya juga hidup, musibah sering datang di saat bersamaan....'  

​Rasanya aku ingin menyerahkan surat pengunduran diri saja, tapi mana semudah itu. Di tempat yang akses keluarnya tergembok rapat, mencari pihak pengurus staf demi berhenti bekerja adalah ide terbodoh yang bisa kubayangkan.  

​'Coba kulihat.'  

​Tipe: Tamu monster umum di dua versi.

Tingkat: Risiko tinggi.

Entitas: Pelacak erosi kolektif.

'Nama'

『Orang Basah』  

​.....Ini bukan pengunjung yang ditakdirkan muncul di fase sekarang.  

​'Sepertinya doa seratus hariku tidak sampai ke surga, tapi tembus ke neraka!'  

​Aku merapikan benak sembari menyortir kamar yang pas.  

​'Monster yang bertamu di sini terbagi menjadi tiga wujud.'

Versi Terbuka, Versi Umum, dan Versi Tertutup.

Semakin ke belakang, kesulitan menanganinya kian meningkat. Khususnya edisi Tertutup yang merupakan konten khusus veteran andal; mayoritas pemain berhenti menyentuh aplikasi ini karenanya.  

​'Masalahnya sekarang masih tahap tutorial!'  

​Seharusnya, hanya tamu kelas rendah dari Versi Terbuka yang hadir. Tapi di depan netranya kini berdiri tegak si 'Orang Basah'. Pengunjung kelas menengah kategori Umum.

​Ini adalah kesalahan sistem yang jelas, yaitu produk dari bug yang terjadi setelah dia tertahan di tutorial selama 100 hari.

​"Baik, Tuan. Bisakah Anda menunggu sebentar?"  

Namun, dia tidak terkejut.

​'Walau langka, belakangan ini beberapa tamu Versi Umum sempat datang. Waktu itu juga tak ada insiden besar.'  

Jika mengenali lawan dengan baik, cara penanganannya pasti akan keluar. Bukankah mereka adalah pelanggan setia yang telah dia lihat di balik layar selama 26 tahun? Meskipun realisme telah ditambahkan sekarang, rasanya tidak terlalu asing.

​Lee Yeon-woo menilik 'tamu' itu kembali.  

​'Waktu inap yang diminta....'  

Dalam game aslinya, persyaratan tamu akan terlihat sebagai panduan yang bersinar terang, tetapi sekarang dia memahaminya begitu saja secara insting. Bahkan jika tamu itu adalah orang yang pendiam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

​"...Menginap tiga hari dua malam, dikonfirmasi."  

​Lazimnya orang seperti ini diarahkan ke lantai 7. Namun, kamar bernomor 707 wajib dihindari. Kalau sampai dia dipersilakan tinggal di sana, seminggu penuh penginapan ini akan direndam bah banjir dan kecelakaan tiada henti.  

​'Pada akhirnya, akulah yang mesti repot membereskan sisa kekacauannya!'  

Terlibat dalam insiden yang menyebabkan pengelola atau tamu mati adalah masalah, dan membereskan sisa kekacauannya juga merepotkan. Khususnya jika 'Orang Basah' mengalir masuk ke kolam renang atau kamar mandi, ada kemungkinan 100 persen seseorang akan mati.

​'Berhubung tak ada manusia lain di gedung ini, otomatis akulah sasarannya.'  

​Lalu bagaimana jadinya bila dialihkan selain ke lantai tujuh? Cepat atau lambat si 'pengelola' yang akan tenggelam. 

​'​Aku juga tidak sedang dalam kondisi senggang untuk menerima keluhan dari hantu air!'

Selain mendapatkan segala macam status abnormal, hal itu juga akan menggerogoti sumber daya hotel yang berharga. Di atas segalanya, dia tidak ingin merasakan sendiri pengalaman tidak menyenangkan dan menyesakkannya dari tenggelam.

​"Saya akan mengantar Anda ke kamar 703."

Di dalam rak kunci di belakang meja depan, kunci-kunci berbentuk klasik tergantung dengan rapi. Saat memeriksa kotak terdekat, kunci kamar 703 berada di genggamannya.

Itu adalah sistem praktis yang mengingatkan pada game meskipun telah menjadi kenyataan.

​"...Hm."  

Setelah memeriksa nomor kunci yang tertera, dia menyerahkan kunci tersebut kepada 'Orang Basah'. Rasa lembap yang dingin menyentuh tangannya, tetapi dia mempertahankan senyumnya tanpa mengedipkan mata sedikit pun.

​"Semoga waktu istirahat Anda menyenangkan."  

Di tempat yang ditinggalkan oleh tamu yang basah kuyup itu, air tergenang seperti kubangan.

​"Astaga."  

​Selalu meninggalkan jejak basah merupakan identitas milik 'Orang Basah'. Eksistensinya memicu rusaknya pipa atau menyumbang petaka kecil—tipe pelanggan tingkat 'Umum'.

​'Para staf akan sibuk lagi, ini adalah situasi yang tepat untuk memicu gosip setelah pulang kerja!'

Sambil memikirkan khayalan sehari-hari yang tidak cocok dengan hotel ini, dia menggoyangkan bel kecil untuk memanggil para staf. Tak lama kemudian, para staf yang mengenakan setelan jas yang sama dengannya mendekat tanpa suara.

​"Tolong, ya."  

Dia melirik ke arah lantai yang basah, lalu menyipitkan matanya sambil tersenyum.

​"Seperti yang kalian lihat... lantainya agak licin."  

Atas permintaan singkat itu, para staf mulai mengepel lantai dengan sangat teratur. Itu adalah keahlian terlatih yang cepat namun bahkan tidak menimbulkan kebisingan yang tidak perlu, menunjukkan standar dari sebuah pelayanan baku.

Setelah selesai membersihkan, mereka membungkukkan kepala dengan tegas kepada Lee Yeon-woo lalu kembali ke tempat semula. Sambil melihat punggung mereka yang menjauh, Yeon-woo berpikir.

……Mereka sangat mirip manusia, tapi mereka bukan manusia. 

​"...Tapi rasanya mereka juga tidak seperti android…"

"Ya."

"Aku tahu ini adalah ketertarikan yang tidak sopan, tapi aku tetap penasaran. Jangankan suara napas, bahkan tidak ada suara mesin yang berputar, dan tidak terdengar kebisingan kecil sekalipun yang seharusnya terdengar saat bergerak."

​Lama-kelamaan, ini terasa seperti sebuah kejahilan tersendiri..  

​"Apakah mereka ingin memasang iklan bahwa mereka adalah produk industri yang dicetak dari pembangkit listrik?"

​Rasanya seolah-olah dari segala penjuru berteriak agar tidak melihat mereka sebagai 'manusia'. Jika demikian, hal itu boleh disebut sebagai 'kejahilan' adalah bagian yang harus dipertimbangkan.

​"Dalam pengaturan game, bukankah mereka hanya digambarkan sebagai 'bagian dari hotel yang lahir dari sumber daya hotel'?"

"Ya."

"Saat itu karena ini adalah game, jadi biarlah begitu, tapi setelah menjadi kenyataan, ini adalah struktur yang secara biologis sulit diterima. Tampak seolah-olah mereka bukan makhluk hidup maupun benda mati…."

Meskipun memiliki wajah dan bentuk tubuh yang berbeda, mereka memiliki tinggi dan perawakan yang serupa, serta menunjukkan senyuman yang persis sama.

"…Entahlah."

​Lee Yeon-woo belum pernah mendengar suara mereka.

"Jika berpikir bahwa mereka memiliki pita suara hanya karena mirip manusia, apakah itu sebuah prasangka?"

"Tidak."

"Karena sudah menjadi kenyataan, aku pikir setidaknya kami bisa bertukar sepatah kata, meskipun aku mungkin terlihat seperti orang yang tidak tahu diri, tapi dari sudut pandang pengguna lama, ini adalah hal yang mengecewakan."

"Ya."

"Akan sangat bagus jika kita bisa berkomunikasi dengan lebih aktif."

Monster di hotel ini bisa didefinisikan dengan berbagai cara. Pertama-tama adalah tamu monster yang dikatakan tadi. Terbagi dari tipe Terbuka, Umum, dan versi Terkunci.  

Mereka yang hanya ada di versi Closed—yang merupakan konten pemain veteran—secara harfiah adalah tuan dan pelayan dari setiap lantai.

Ditambah lagi dengan elemen horor yang menetap di semua versi……

​Tamu monster: 66 jenis.
Monster Tuan: 13 jenis.
Monster Pelayan: 13 jenis.
Fenomena utama: 16 jenis.

​'Jika elemen-elemen horor sekunder dikecualikan.'

Total 108 entitas.

​"Coco, kalau kau...."

"Ya."

"Menurutmu, kau menempati yang mana?"

"Tidak."

"Apakah monster staf di luar itu? Yang bisa kuperintah?"

"Tidak."

"Kalau begitu, apa kau tidak termasuk dalam kategori mana pun?"

Semakin banyak monster, maka 'Mimpi Buruk' yang merupakan sumber tenaga hotel akan terpenuhi. Dengan kata lain, semua monster di dalam hotel adalah sumber daya. Namun, keberadaan Coco tidak serta-merta mengisi sumber tenaga tersebut.

​"Mungkin karena kau adalah hotel itu sendiri."

Lagipula jika harus diperjelas, Coco bukanlah staf yang menerima gaji, melainkan lebih seperti pemilik gedung.

​"Ya."

"Begitu rupanya, pantas saja sikap mu berbeda."

Kalau begitu, bukankah itu berarti dia sudah memenuhi perannya.

'Begitu juga denganku.'

​User, yaitu pemilik sekaligus manajer umum, Lee Yeon-woo, mengawasi seluruh operasional hotel. Bukan tanpa alasan Coco berbentuk kucing. Itu benar-benar wujud dari majikan.

​'Pada akhirnya ini adalah game, hotel yang akan berhenti beroperasi jika pemainnya menghilang.'

Lee Yeon-woo mengelus Coco. Seolah menyukai sentuhannya, makhluk itu dengan mahir merangsek ke dalam pelukannya.

​"Sungguh…"

Sentuhan dan bobot yang kini sudah terbiasa. Hal ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Lee Yeon-woo secara sepihak.

​"Ini adalah hal yang ironis."

Dia memegang tali leher hotel, dan hotel memegang belenggu kakinya.

​"Kapan kau akan membukakan pintunya?"

"Tidak."

"Sepertinya aku sudah gila."

​Lama-lama aku bisa menyukai tempat ini.

Got an error? Report now
Comments

Comments

Memuat komentar...

Konten Terkunci

Login untuk akses konten

Konten yang kamu pilih:

-

Silakan daftar/masuk ke akun kamu terlebih dahulu untuk akses

Konten Terkunci

Konten ini khusus untuk supporter aktif

Konten yang kamu pilih:

-

⚠ Akun kamu belum tergabung dalam Gembokers

Support untuk akses semua chapter gembok tanpa batas.

Kamu sudah login! Support sekarang melalui halaman profil untuk membuka konten ini.

Support Sekarang

Volume

🔒 Khusus Gembokers. Klik untuk download.

🎵 Baca sambil
dengerin playlist disini!
langitoren playlist
🎵
Pilih playlist untuk mulai
0:00 0:00
URL tidak dapat diputar. Cek link di konfigurasi.
Memuat...
Pilih playlist dulu

Support Langitoren

Dukung kami untuk akses tanpa batas dan nikmati komik favoritmu kapan saja!

Tips: Saat tab baru terbuka, silahkan tekan Back atau tutup tab untuk kembali ke halaman sebelumnya.