LANGITOREN

1


​Penerjemah: Rusel
Baca di langitoren.my.id

°°°

Saat membuka mata, dia berdiri di depan meja resepsionis.

Hal pertama yang disadari adalah kemewahan berlebihan, dan kerapian yang terasa tidak nyata.  

​Pemandangan yang terlalu tertata untuk disebut kenyataan.

Dia mendefinisikan tempat ini sebagai 'lobi hotel yang familier'. Meskipun memakai gaya klasik yang jarang ditemukan di era modern, esensinya jelas sebuah hotel.  

​....Ditemukan kesalahan.

'Penilaian tanpa dasar logis.'  

​Kesadarannya pulih dengan cepat.  

​'Kenapa... aku merasa familier?'  

​Meski di bawah alam sadar, semua penilaian selalu ada alasannya.

Kali ini, informasi visual yang diterima apa adanya menjadi alasannya.

Dia merasa familier pada hal-hal yang belum pernah ditemuinya.  

​Misalnya lantai ubin marmer.  

​Pilar dan dinding klasik.  

​Tidak ada orang sama sekali.  

​Lampu gantung raksasa.  

​Vas dan pot bunga.  

​'Lalu... kucing!'  

​Sebentar.  

​'Kucing?'

Gumpalan bayangan membentang di atas meja resepsionis.  

​Mata yang sangat bulat dan mulut melengkung seperti bulan sabit.

Terlalu hitam untuk disebut kucing, bentuknya lembek, dan ekspresinya ekstrem.  

​Lee Yeon-woo tahu nama makhluk itu. 'Co-owner' yang memiliki hotel ini bersama operator.

"Coco."  

​Nama resminya Coco.  

​Seolah menjawab panggilan itu, sosok itu tersenyum sambil memiringkan kepala.

Bukan kepala yang mengikuti arah pandang, tapi pandangan yang seolah ditarik paksa oleh kepala.

Perasaan aneh bercampur tidak nyaman menyebar di udara.

Kucing yang bukan kucing itu menjawab.  

​"Ya."  

​"Halo."  

​"Halo."  

​Jawabannya sudah keluar.  

​'Ini hotel di dalam game.'  

​Game simulasi manajemen hotel horor, <Hotel One: Eden Within the Nightmare>.  

​'Disingkat Howon.'

Kenapa baru sekarang memimpikan game ini? Lagipula, apakah tempat ini sungguh mimpi?

Seolah menjawab pertanyaan itu, percakapan sebelumnya terlintas di benaknya. 

​Kita akrab, bukan?  

​Kau siapa?  

​[Sedang memperbarui]  

​Permisi?

[Game dimulai kembali]  

​Sepertinya ini bukan sekadar mimpi.  

​Kesimpulannya, dia diculik.  

​"...Bicara...."  

​"Ya."  

​"Mari bicara."  

​"Ya."  

​"Oke."  


​***  


​Dunia berjalan sembarangan meski berpura-pura tidak begitu.  

​Kehidupan Lee Yeon-woo di sini juga sama.

Dalam rencana hidupnya sering masuk keberuntungan atau kesialan tak terduga.

Bukan cuma dia, tapi kehidupan semua manusia pasti begitu.  

​Lee Yeon-woo menyebutnya variabel.  

​"Yah kalau ingatanku tidak bermasalah."

"Ya."  

​"Secara harfiah, variabel berarti elemen yang dapat berubah tergantung situasi atau kondisi. Ini juga merujuk pada faktor yang sulit diprediksi atau situasi yang dapat berubah."

"Ya."  

​"Jadi sekeras apa pun kita merencanakan hidup, semuanya tidak berjalan sesuai keinginan. Aku juga tahu itu. Hidupku selama ini dipengaruhi variabel besar dan kecil di luar kehendak dan prediksiku."

"Ya."  

​"Penjelasannya agak panjang, tapi intinya, bukan?"  

​Lee Yeon-woo bertanya pada kucing itu.  

​"Sekalipun begitu, bukankah ini keterlaluan."

Kucing Vantablack, Coco, menjawab.  

​"Ya."  

​"Tidak keterlaluan?"  

​"Ya."  

​"Apa kau berniat bicara?"  

​"Ya."  

​"Aku mulai khawatir jangan-jangan aku gila."  

​"Tidak."  

​Hari ke-44 terkurung di hotel horor.  

​Lee Yeon-woo baru saja gagal membujuk untuk yang ke-172 kalinya.


***  


​Peneliti usia 40-an, bangun tidur jadi CEO hotel game usia 19 tahun.  

​....Orang waras mana pun tahu betapa tidak masuk akalnya kalimat ini.

Hari ke-1 terkurung. Lee Yeon-woo yang menyadari fakta itu menangkap kucing partnernya, Coco, dan mengajukan banyak pertanyaan.

"Anak di bawah 19 tahun tidak bisa mendaftar bisnis, apa tidak ada masalah hukum?"  

​"Ya."

"Bagaimana kemungkinan diprotes organisasi HAM soal insiden di hotel ini? Sumber daya konseptual yang dipakai di sini sangat mungkin melanggar hukum narkotika dan medis."

"Tidak."  

​"Fenomena horor di sini bisa berujung pada kelalaian profesional yang mengakibatkan kematian dan penyerangan. Tambahan, gedung ini tidak mematuhi hukum bangunan dan pemadam kebakaran, serta melanggar hukum perburuhan."

"Tidak."  

​"Kau pikir hantu kucing ada di atas hukum modern?"  

​"Ya."  

​"Kau gila?"  

​Kucing nakal ini.  

​Sesuai dengan hotel horor, cara pandangnya terhadap dunia sangat berani.

Tentu saja pendapatnya diabaikan.  

​Begitulah Lee Yeon-woo jadi penjahat. Ini hal paling membingungkan dalam hidupnya.

"Membawa orang yang bisa hidup dengan baik lalu dibiarkan, situasi apa ini sebenarnya...."  

​Kucing itu hanya menatapnya tanpa menjawab.

Meski begitu, Lee Yeon-woo berusaha keras kabur dari sini. Mengandalkan tubuh mudanya, dia tidak ragu mencoba kabur lewat jendela atau atap.  

​"Hah?"

Tapi dia bahkan tidak bisa kabur secara fisik dari sini.  

​"Jangan bilang... jendela tidak bisa dibuka karena tutorial belum selesai?"  

​"Ya."

"Maaf, tapi aku tanya beberapa hal lagi. Kalau aku menyelesaikan jadwal tutorial seperti di game, apa pintu hotel ini akan terbuka?"  

​"Ya."

"Apa itu berarti aku bisa lepas dari wilayah konseptual dan fisik hotel ini secara permanen?"  

​"Tidak."  

​"Apa kau punya dendam padaku?"  

​"Tidak."  

​"Lalu apa masalahnya?"  

​Bahkan jika mengumpulkan semua karma buruk selama ini, rasanya hal seperti ini sulit terjadi.

Mungkin karma dari kehidupan sebelumnya yang tidak dia ketahui juga ikut terkumpul, sampai seluruh alam semesta bersatu membantunya.  

​Tapi ini belum berakhir.  

​'Howon' adalah game yang tidak ramah.

Game yang dipelajari sambil mati. Dia mati dan bangkit lagi tak terhitung jumlahnya meski Coco, yang merupakan hotel itu sendiri, ada di sisinya.

"...Aku belum pikun."  

​Demi kehormatan laboratoriumku, rasanya aku mulai gila.

Sampai di sini, dia sudah curiga untuk yang ke-89, jangan-jangan dia koma atau mengalami gangguan kognitif.

Bangkit dari kematian dan menjadi muda, ini benar-benar omong kosong.  

​'Tapi situasi saat ini jauh melampaui omong kosong.'

Yang membuat frustrasi adalah tidak bisa menyangkal realitas yang dirasakan panca indera ini.

"Kalau aku keluar dari sini... aku akan segera menghubungi NASA. Ini mustahil terjadi kalau bukan teknologi alien. Aku harus berkontribusi pada umat manusia dan mencatat namaku dalam sejarah."

"Tidak."  

​"Apa aku mati karena terlalu banyak kerja? Atau aku koma? Situasiku tidak bisa dijelaskan kecuali aku jadi orang vegetatif yang bermimpi konyol."

"Tidak."  

​"Aku harap sudah dilaporkan jadi orang hilang. Aku ingin minta tolong polisi sekarang juga, tapi aku bahkan tidak bisa menelepon, dan karena aku kembali jadi umur 19 tahun, akan sulit kembali ke masyarakat."  

​Sebanyak apa pun dipikirkan, ini konyol. Saking konyolnya sampai tidak bisa bicara.  

​"Apa kau ingin berkelahi denganku?"  

​"Tidak."  

​"Kalau kau tidak ingin melihatku mati karena darah tinggi, kuharap kau menambah sedikit ketulusan pada jawabanmu. Aku mulai merasa bisa mati cuma karena tekanan darah, tahu."  

​Dan di hari ke-4 kurungan hotel. Lee Yeon-woo belajar bahwa manusia bisa mati karena tekanan darah.  

​Karena kematian yang terasa memalukan itu, dia tidak bisa bicara selama setengah hari.  

"​...."  

​"Halo."

"Tidak, tidak. Halo....."  

​"Halo...."  

​Itu tangisan yang sangat lemah untuk seekor kucing.  

​"Halo, ya, tidak, halo...."  

​Melihat Lee Yeon-woo yang syok, Coco gelisah dan berputar-putar di sekitarnya.  

​Masih dengan wajah senyum seperti Cheshire Cat, tapi dari gerakan ragu-ragu dan keempat kaki yang menghentak, terlihat kondisi psikologis yang cemas dari monster kucing ini.

Seperti anak kecil yang membaca situasi. Lee Yeon-woo juga segera kembali ke kondisi aslinya.

"...Aku memang panik dengan situasi tak terduga, tapi kau tidak usah khawatir. Aku cuma butuh waktu untuk memahami situasi yang tidak masuk akal ini."

"Halo."  

​"Itu pasti pertanyaan apa aku baik-baik saja, kan?"  

Bagus kau peduli, tapi jujur saja, aku tidak baik-baik saja.

'Aku ragu apa makhluk selemah ini bisa disebut manusia!'  

​Kalau dicari persamaannya, mirip jeli.

Berbeda dengan makhluk biasa, tubuh ini menyerap guncangan luar sepenuhnya. Guncangan dari dalam juga begitu.

Dia merasa bangga pada diri sendiri karena bertahan 4 hari dari ancaman pecah pembuluh darah dengan tubuh seperti ini.  

​'Tapi... tidak ada masalah saat bertindak seperti karakter game.'

Misalnya terbunuh oleh elemen horor hotel. Atau berjalan dan berlari dengan kecepatan konstan. Situasi yang wajar untuk karakter game.

Dalam hal ini, tidak ada rasa sakit atau stamina dan kekuatan yang menurun.  

​'Tapi kalau melakukan tindakan yang tidak ada di pengaturan, muncul masalah!'  

​Meringkuk adalah contohnya.  

​Di game ada 'meringkuk', tapi 'meringkuk lalu berdiri' tidak didefinisikan. Itu fungsi yang tidak ada.  

​Begitulah Lee Yeon-woo jadi tubuh yang pusing saat berdiri setelah berjongkok.

"Ya, tidak, ya, tidak... Halo...."  

​"Halo."  

​"Halo."  

​"Apa ada alasan kenapa daya tahan fisikku jadi seperti ini?"  

​"Ya."

"Tidak... Maaf cara bertanyaku salah."  

​Bahasa manusia yang bisa Coco pakai sangat sedikit.

"Jadi,"  

​Hipotesis yang paling mungkin adalah 'terjadi masalah saat tubuh manusia Lee Yeon-woo dan tubuh operator Lee Yeon-woo digabungkan'.

Kalau bukan karena itu, tidak bisa dijelaskan bagaimana dia bisa hidup dan napas dengan tubuh ini.

"Setidaknya aku tidak akan sakit kalau bertindak seperti karakter game, ya kan?"  

​"Ya."  

​"Benarkah... Terima kasih jawaban ramahnya."  

​"Ya."

"Menganggap penculik ini imut, sepertinya aku mulai gila."  

​"Tidak."  

​"Ini pasti Sindrom Stockholm."  

​Selanjutnya  

Got an error? Report now
Comments

Comments

Memuat komentar...

Konten Terkunci

Login untuk akses konten

Konten yang kamu pilih:

-

Silakan daftar/masuk ke akun kamu terlebih dahulu untuk akses

Konten Terkunci

Konten ini khusus untuk supporter aktif

Konten yang kamu pilih:

-

⚠ Akun kamu belum tergabung dalam Gembokers

Support untuk akses semua chapter gembok tanpa batas.

Kamu sudah login! Support sekarang melalui halaman profil untuk membuka konten ini.

Support Sekarang

Volume

🔒 Khusus Gembokers. Klik untuk download.

🎵 Baca sambil
dengerin playlist disini!
langitoren playlist
🎵
Pilih playlist untuk mulai
0:00 0:00
URL tidak dapat diputar. Cek link di konfigurasi.
Memuat...
Pilih playlist dulu

Support Langitoren

Dukung kami untuk akses tanpa batas dan nikmati komik favoritmu kapan saja!

Tips: Saat tab baru terbuka, silahkan tekan Back atau tutup tab untuk kembali ke halaman sebelumnya.